Ramai Isu Overclaim Suplemen Fitnes, BPOM Mataram Beri Penjelasan
Mataram, NARASIMEDIA.NET — Ketidaksesuaian antara klaim kandungan gizi pada label dengan hasil uji laboratorium sejumlah produk pangan belakangan menjadi sorotan publik. Fenomena ini mencuat setelah beberapa kasus terungkap, termasuk temuan influencer kebugaran Canggih Fitra (instagram account @canggihfit) yang mendapati kandungan whey protein jauh di bawah klaim nutrition fact pada kemasannya. Menanggapi isu tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram menegaskan bahwa fokus utama pengawasan tetap pada aspek keamanan zat dalam produk, bukan pada akurasi klaim gizi yang tertera pada label.
Baca Juga : Sikapi kasus Keracunan MBG, BPOM Mataram Tegaskan Perannya Sebagai Pendamping
Kepala BPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan, menjelaskan bahwa pihaknya bertugas memastikan produk yang beredar tidak mengandung zat berbahaya yang bisa menimbulkan risiko kesehatan. “BPOM memastikan produk aman dikonsumsi, terutama dari kandungan berbahaya seperti steroid atau zat terlarang lainnya. Itu prioritas kami,” kata Yosef dalam Media Gathering BPOM di Mataram, Senin (22/9).
Menurutnya, perbedaan antara kandungan gizi sebenarnya dengan yang tercantum di kemasan dapat diuji melalui laboratorium yang sudah terakreditasi. “BPOM memang tidak berwenang langsung dalam aspek nutrition fact. Pengujian klaim gizi dapat dilakukan di laboratorium terakreditasi. Sementara kami berfokus pada pengawasan keamanan produk secara menyeluruh,” ujarnya.
Baca Juga : Imbas Demonstrasi Lokal, PT AMMN Krisis Reputasi dan Sebabkan Saham Anjlok
Meski begitu, Yosef mengingatkan produsen agar tetap transparan dalam mencantumkan informasi gizi pada kemasan. Ia menilai, klaim berlebihan justru bisa menurunkan kepercayaan konsumen. “Kami mendorong produsen lebih jujur. Yang terpenting bukan hanya aman, tetapi juga sesuai aturan dan tidak menyesatkan masyarakat,” imbuhnya. (red)

