Aktivis Sentil Akademisi kampus Negeri Ditengah Gelombang Protes, ‘Jangan Tinggalkan Rakyat di Jalanan’
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Gelombang protes besar-besaran yang melanda berbagai daerah Hingga klimaksnya demonstrasi akbar di DPR RI kembali memunculkan kritik terhadap kalangan akademisi kampus negeri. Aktivis perempuan Yuni Bourhany menyoroti sikap diam para intelektual kampus yang dinilainya melempem menghadapi isu nasional yang kian chaos.
Menurut Yuni, dunia kampus justru seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawal isu-isu yang menyangkut kepentingan rakyat. Ia menilai, sikap bungkam akademisi mencerminkan adanya jarak antara universitas dan masyarakat yang tengah berjuang menyuarakan aspirasi.
Baca Juga : Pasca pembakaran, Properti Gedung DPRD NTB Perlahan Dijarah
“Kalau kampus negeri memilih diam, lalu siapa yang akan mendampingi masyarakat? Akademisi itu bukan hanya duduk di menara gading. Mereka mestinya hadir, berdiri di garis depan untuk mengadvokasi persoalan nasional,” ujar Yuni dalam keterangannya, Minggu (31/8).
Yuni menambahkan, ketidakpekaan kampus terhadap gejolak publik justru berpotensi mereduksi peran pendidikan tinggi sebagai pusat moral dan intelektual bangsa. Padahal, dalam sejarah pergerakan nasional, suara akademisi dan mahasiswa kerap menjadi motor perubahan sosial.
Baca Juga : Miris !, Pasien BPJS Kena Biaya Umum Rp31 Juta Oleh RSUD Provinsi NTB
“Sekarang masyarakat turun ke jalan menuntut keadilan, tapi kampus negeri justru seolah memilih aman dengan diam. Ini sebuah ironi. Kalau terus begini, legitimasi moral kampus bisa runtuh di mata publik,” tegasnya.
Protes nasional yang tengah berlangsung dinilai Yuni bukan sekadar letupan emosional, melainkan wujud kegelisahan masyarakat terhadap kebijakan dan praktik politik di tingkat pusat. Karena itu, ia mendesak agar universitas negeri segera menunjukkan sikap jelas dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Baca Juga : Pemeriksaan 7 Anggota Brimob Penabrak Ojol Disiarkan Langsung : ‘mobil kami hentikan kita yang habis pak’
“Diamnya akademisi kampus negeri justru mengkhianati mandat intelektual. Jangan sampai kampus hanya jadi corong kekuasaan, sementara rakyat dibiarkan berjuang sendirian,” pungkas Yuni. (*)

