HEADLINENTBTERKINI

Mio Dompu Giat Sosial, kampanyekan Kesadaran Kolektif Di Bendungan Mila

DOMPU, NARASIMEDIA.NET – Alih-alih duduk di ruang redaksi, para jurnalis yang tergabung dalam Asosiasi Media Independen Online Indonesia (MIO) DPD Dompu menunjukan cara baru untuk hadir di tengah masyarakat: turun tangan, bukan sekadar menulis. Kamis (29/5/2025), mereka menggelar aksi bersih-bersih dan diskusi terbuka di Bendungan Mila : sebuah lokasi wisata yang dulu ramai, kini perlahan sepi.

Mereka tak datang dengan seremoni besar. Hanya beberapa kantong sampah, tikar piknik, dan keinginan untuk berbincang dengan warga, sekaligus untuk mengingatkan kembali bahwa ruang publik seperti Bendungan Mila punya nilai yang tak bisa diabaikan.

“Media hari ini tidak cukup hanya memberitakan. Kita harus menjadi bagian dari gerakan perubahan, termasuk dalam isu lingkungan dan sosial,” kata Ketua DPD MIO Dompu, Sarwon Al Khan.

Aksi mereka juga merupakan bentuk dukungan terhadap program “Jumat Bersih Semesta” yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Dompu. Dengan peralatan seadanya, para jurnalis memungut sampah dan merapikan area sekitar bendungan sebuah kawasan yang sejatinya punya potensi besar sebagai destinasi wisata.

“Bendungan Mila ini bisa jadi magnet wisata. Tapi kalau kondisinya kotor dan terbengkalai, siapa yang mau datang? Ini bukan hanya soal pemerintah, tapi soal kesadaran kolektif kita semua,” ujar Sarwon.

Melalui kegiatan ini, MIO Dompu ingin mendorong pergeseran cara pandang terhadap peran media. Tidak hanya sebagai penyambung lidah masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari solusi sosial. Kerja jurnalistik, menurut mereka, bisa bersentuhan langsung dengan aspek lingkungan, kemanusiaan, dan solidaritas.

“Kami berkomitmen untuk tetap independen, tapi juga aktif, peka, dan hadir dalam setiap isu sosial yang menyentuh masyarakat,” tambah Sarwon.

Ke depan, MIO Dompu berencana menjadikan kegiatan seperti ini sebagai agenda rutin. Tujuannya bukan hanya memperkuat soliditas internal, tapi juga membangun jejaring kolaborasi lintas sektor yang lebih luas. Mereka berharap gerakan kecil ini dapat menular dan menginspirasi, bahwa perubahan sosial bisa dimulai dari hal yang sederhana. (Febrian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *