Genjot Foreign Direct Investment, Gubernur Boyong 38 Duta Besar Untuk Lihat-Lihat NTB

MATARAM, NARASIMEDIA.NET– Selama tiga hari pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series: Diplomatic Tour Goes to West Nusa Tenggara pada 6–8 Mei 2025, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah bagi 38 duta besar, diplomat asing dari 27 negara, serta pasangan mereka. Melalui agenda yang padat dan beragam, para delegasi diajak mengenal lebih dalam kekayaan budaya, potensi ekonomi, serta pesona pariwisata NTB.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan NTB sebagai daerah yang tidak hanya kuat secara lokal, tetapi juga siap bersaing di kancah global melalui pendekatan diplomasi berbasis kuliner dan budaya.

Selama kunjungan, para delegasi mengeksplorasi Kota Tua Ampenan, mengunjungi Museum NTB, berdialog langsung dengan Gubernur NTB, serta berinteraksi dengan pelaku UMKM. Mereka juga menikmati sajian kuliner organik di Desa Wisata Bilebante, berpartisipasi dalam penanaman pohon sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif hijau, serta meninjau langsung potensi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
“Kegiatan ini low cost big impact. Biayanya kecil, tapi dampaknya besar. NTB siap dalam berbagai sektor pertambangan, kelautan, kehutanan, energi, hingga pariwisata. Para delegasi ini memegang peran penting di negara mereka, baik dalam kebijakan investasi maupun promosi pariwisata,” ujar Gubernur NTB, Miq Iqbal.
Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Indonesia di Luar Negeri, Duta Besar R. Heru Hartanto Subolo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi promosi Indonesia secara menyeluruh, yang telah berlangsung lima kali di berbagai provinsi.
“Gastronomi menjadi pintu masuk diplomasi. Namun, di saat yang sama, kami memperkenalkan peluang kolaborasi lintas sektor antara kedutaan besar asing dan pemangku kepentingan nasional,” ujarnya.

Dubes Heru juga menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari konsep Indonesia Incorporated, yang menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar-lembaga dalam membangun daya saing Indonesia di mata dunia.
“Selanjutnya tinggal ditindaklanjuti dalam bentuk kolaborasi konkret. Komitmen pemerintah sudah tinggi, sekarang saatnya menjalin kerja sama lebih lanjut dengan pemerintah negara sahabat melalui para duta besar mereka di sini,” tambahnya.
Puncak rangkaian kegiatan ditutup dengan keikutsertaan para delegasi dalam ajang Fanatec GT World Challenge Asia 2025 serta sesi track experience di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika.
Duta Besar Rwanda, Abdul Karim Harelimana, menyampaikan kesannya selama mengikuti kegiatan ini. “Selama tiga hari di Lombok, kami tidak hanya mencicipi cita rasa, tapi juga merasakan semangat kolaborasi dari NTB. Ini adalah destinasi yang kaya, ramah, dan punya masa depan global,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan ini, NTB semakin memperkuat posisinya sebagai bagian dari jaringan diplomasi internasional yang dinamis, sekaligus membuka peluang baru di bidang budaya, ekonomi, investasi, dan pariwisata. (Febrian)

