EKONOMI DAN BISNISHEADLINENTBTERKINI

Dari Rumput Laut Jadi Beras: NTB akan Gandeng BRIN untuk Hilirisasi sektor Maritim

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membuka kantor cabang di Kabupaten Lombok Utara. Kantor tersebut akan difokuskan pada pengembangan budidaya hasil laut, seperti udang dan lobster, dengan standar internasional guna mendukung industrialisasi sektor maritim di NTB.

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, saat menerima audiensi dari perwakilan BRIN di Kantor Gubernur NTB, Rabu (9/4). Delegasi BRIN yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Dr. rer.nat. Fahrurrozi, M.Si (Kepala Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat), Dr. Kiki Syaputri Handayani, dan Dr. Wahyu Purbiantoro, serta didampingi oleh Plt. Kepala BRIDA NTB, Lalu Suryadi.

Audiensi dari perwakilan BRIN di Kantor Gubernur NTB

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Iqbal menyampaikan pentingnya memanfaatkan potensi rumput laut yang tidak digunakan sebagai bahan pangan untuk dijadikan pupuk organik. Ia menegaskan bahwa proses produksi sebaiknya dilakukan langsung di NTB agar dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.

Lebih lanjut, Gubernur juga menyoroti perlunya penguatan industri garam di Kabupaten Bima serta pengembangan pakan alternatif untuk lobster. Menurutnya, upaya ini merupakan bagian penting dalam memperkuat sektor perikanan budidaya di daerah pesisir NTB.

Menanggapi hal tersebut, pihak BRIN menyampaikan bahwa saat ini mereka sedang melaksanakan riset nasional bersama BRIDA NTB terkait inovasi pengolahan rumput laut menjadi beras. Di bidang pakan lobster, BRIN juga tengah mengembangkan alternatif pakan berbahan dasar cacing tanah untuk menggantikan pakan berbasis kerang, khususnya di Kabupaten Lombok Timur.

Pemerintah Provinsi NTB menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi uji coba hasil riset BRIN secara langsung kepada para petani dan pelaku budidaya. Gubernur juga menegaskan bahwa kerja sama ini akan terus berlanjut apabila hasil riset terbukti bermanfaat dan berpotensi dikembangkan secara luas di NTB. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *