EKONOMI DAN BISNISHEADLINENTBTERKINI

Petani Jagung Kota Bima Keluhkan Adanya Dugaan Pungli Dipelabuhan Bima, Truk Jagung Mereka Dipunguti Puluhan Ribu

Kota Bima, NARASIMEDIA.NET – Himpunan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jagung Terpadu Kota Bima mengadu ke kediaman Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, untuk menyampaikan keluhan terkait pengangkutan jagung di Pelabuhan Bima. Keluhan tersebut melibatkan tindakan dari Organda dan KSOP yang dinilai merugikan petani.

Pertemuan yang digelar pada Sabtu pagi itu turut dihadiri oleh Asisten I Sekda Kota Bima, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima, serta beberapa perwakilan dari Gapoktan Jagung Terpadu Kota Bima.

Ketua Gapoktan Jagung Kota Bima, Syahbudin, mengungkapkan bahwa petani merasa dirugikan oleh kebijakan yang diterapkan di Pelabuhan Bima. Menurutnya, truk pengangkut jagung yang datang dari petani seringkali tidak diizinkan masuk ke pelabuhan kecuali membayar tiket masuk sebesar Rp 30.000. Ia menilai bahwa aturan ini tidak sah dan merugikan petani, karena tidak ada regulasi yang mengatur hal tersebut.

Selain itu, Syahbudin juga mengungkapkan keluhan terkait dominasi pengusaha jagung dari Dompu dalam pengiriman jagung menggunakan kapal motor. Hal ini dianggapnya mempersulit pengiriman jagung dari Kota Bima ke luar daerah, serta menghambat usaha petani lokal.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, mengatakan akan melakukan pengecekan untuk memastikan persoalan yang diadukan. Wali Kota juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil Dinas Perhubungan, KSOP, Organda, serta perwakilan petani jagung untuk membahas masalah ini lebih lanjut.

“Saya akan pastikan masalah ini ditangani dengan serius. Kami akan memanggil semua pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan KSOP, untuk mencari solusi yang tepat,” tegas Wali Kota. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *