HEADLINENTBTERKINI

Undangan Bukber Sinya Mutasi ?, Beberapa Kepala Dinas Tak Terdaftar Dalam Undang Bukber Dengan Gubernur NTB

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Birokrasi di Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menghadapi tantangan besar. Sejumlah pihak di pemerintahan mengungkapkan bahwa hubungan di antara sesama pejabat sedang tidak harmonis, ditambah dengan munculnya isu mutasi yang semakin memperburuk situasi. Salah satu indikasi ketegangan ini terlihat dari kontroversi terkait undangan acara buka puasa bersama yang hanya mengundang beberapa kepala dinas tertentu.

Menurut pengakuan salah satu pejabat Pemprov NTB yang enggan disebutkan namanya, kondisi ini memunculkan kecemasan di kalangan pejabat yang berpotensi terkena mutasi. “Kami sedang dalam posisi harap-harap cemas karena isu mutasi yang beredar. Tiba-tiba muncul undangan buka puasa bersama yang hanya mengundang kepala dinas tertentu,” ujar pejabat tersebut.

Tentu saja, ketidakmerataan undangan ini memunculkan banyak pertanyaan di kalangan pejabat. Beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak masuk dalam daftar undangan tersebut, saat ini tengah menjadi topik perbincangan hangat. Bahkan, ada yang menyebut bahwa ketidakhadiran beberapa kepala dinas tersebut bisa jadi merupakan bagian dari strategi politik yang lebih besar menjelang mutasi perdana yang dijadwalkan.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dan Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri sebelumnya mengundang instansi vertikal untuk berbuka puasa bersama, dengan undangan yang melibatkan setidaknya 38 instansi termasuk Otoritas Jasa Keuangan, Badan Narkotika Nasional, dan Bank Indonesia. Namun, beberapa pejabat tinggi Pemprov NTB justru tak masuk dalam daftar undangan, seperti Kepala Dinas Sosial Ahsanul Khalik, Kepala Dinas Pendidikan Aidy Furqan, dan Kepala Dinas Pariwisata Jamaluddin Malady.

Menanggapi ketidakseimbangan undangan ini, pejabat lainnya pun mengungkapkan kekecewaannya. Salah seorang pejabat tinggi bahkan menyebut bahwa hal ini bukan keputusan dari Gubernur atau Wakil Gubernur, melainkan pihak-pihak yang mungkin tengah memainkan situasi untuk kepentingan tertentu. “Kami yakin ini bukan keputusan langsung dari Pak Gub atau Bu Wagub, ada yang sedang memainkan situasi,” katanya.

Ketegangan semakin memuncak ketika Kepala Biro AP Abdul Wahid diketahui melontarkan protes keras terkait ketidakhadiran beberapa pejabat dalam acara tersebut. Tindakan ini akhirnya memicu keluarnya undangan tambahan untuk pejabat-pejabat yang sebelumnya tidak diundang. Bahkan, menurut informasi yang beredar, Gubernur Iqbal juga merasa terkejut mengetahui ada acara buka puasa bersama yang hanya melibatkan sebagian kecil kepala dinas.

Keberatan ini muncul di tengah suasana Ramadan, yang seharusnya menjadi momen kebersamaan bagi seluruh jajaran pemerintahan. Sejumlah pejabat berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan, dan semua pihak dapat bersatu dalam semangat untuk membangun NTB.

(RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *