HAPPENINGHEADLINETERKINI

Campaign Kosongkan Stadion Ramai Usai Shin Tae-yong Dipecat PSSI

Mataram, NARASIMEDIA.NET — Kampanye “Kosongkan Stadion” ramai digaungkan oleh sejumlah suporter sepak bola Indonesia di media sosial, menyusul keputusan PSSI memecat pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Gelombang protes ini muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan federasi yang dinilai tidak mempertimbangkan prestasi Shin selama menukangi skuad Garuda.

Tagar #KosongkanStadion mendominasi linimasa Twitter dan Instagram sejak PSSI mengumumkan pemutusan kerja sama dengan pelatih asal Korea Selatan tersebut pada Rabu (7/1). Suporter menilai Shin Tae-yong telah membawa perkembangan signifikan bagi Timnas Indonesia, baik di level senior maupun junior.

Akun instagram bernama Districtb.19 misalnya, berkomentar dengan kalimat ajakan “kosongkan GBK, nggak usah beli tiketnya!” Narasinya dalam kolom momentar salah satu postingan berita pemecatan Shin.

“Apakah akan kembali ke setelan pabrik,” tulis akun IG  @Yokocassanova menggambarkan pesimismenya terhadap Timnas usai di tinggal coach Stya.

Shin Tae-yong dikenal berhasil meningkatkan performa Timnas Indonesia di berbagai turnamen internasional. Di bawah kepemimpinannya, Timnas berhasil mencapai final Piala AFF 2020 dan lolos ke Piala Asia 2023, prestasi yang sudah lama dinantikan oleh para pencinta sepak bola Tanah Air.

Keputusan PSSI tersebut dinilai mencederai harapan publik terhadap pembenahan sepak bola nasional yang tengah digalakkan. Sebagian besar suporter menilai pemecatan itu lebih bernuansa politis ketimbang alasan teknis.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam keterangannya menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi kinerja tim pelatih. Namun, Erick tidak merinci alasan spesifik yang membuat PSSI memutus kontrak Shin lebih awal.

“Evaluasi dilakukan secara menyeluruh. Keputusan ini diambil untuk masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik,” ujar Erick.

Namun, pernyataan itu tidak meredakan kemarahan suporter. Mereka tetap menyerukan kampanye boikot stadion sebagai bentuk protes terhadap keputusan tersebut. Sejumlah pertandingan Liga 1 dan Liga 2 berpotensi sepi penonton jika kampanye ini terus bergulir.

PSSI hingga kini belum memberikan respons atas desakan suporter untuk menjelaskan secara rinci alasan pemecatan Shin Tae-yong. Di sisi lain, sejumlah pengamat sepak bola menilai PSSI harus segera mengelola situasi agar tidak memperburuk citra sepak bola Indonesia di mata publik internasional.

Adapun Shin Tae-yong belum memberikan pernyataan resmi terkait pemutusan kontraknya oleh PSSI. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *