GEKRAF NTB–MGPA Buka Etalase Global bagi Produk Kreatif NTB di Panggung MotoGP Mandalika
Foto : Penanndatanganan MoU antara Ketua GEKRAF NTB Yeyen Seprian Rachmat dan Direktur MGPA Ananda Mikola
MANDALIKA, NARADIMEDIA.NET – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAF) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng Mandalika Grand Prix Association (MGPA) untuk mengakomodasi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal masuk dalam pemasaran merchandise resmi MotoGP Mandalika.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara GEKRAF NTB dan MGPA di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Sabtu (22/8/2026) pagi. Kerja sama ini diarahkan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif NTB melalui ajang balap motor internasional.
Ketua GEKRAF NTB Yeyen Seprian Rachmat mengatakan, produk lokal yang masuk dalam ekosistem merchandise MGPA terlebih dahulu melalui proses kurasi. Produk yang dipilih mencakup berbagai kerajinan dan fesyen yang mengangkat identitas lokal NTB.
“Yang paling penting adalah brand NTB bisa muncul dalam skala internasional. Ini juga memunculkan kepercayaan diri para pelaku ekonomi kreatif lainnya,” kata Yeyen.
Menurutnya, sejumlah produk yang disiapkan antara lain polo, sapuk Sasak, produk kerajinan, kain, serta berbagai merchandise dengan sentuhan motif dan nilai lokal. Produksi melibatkan pelaku UMKM sesuai jenis produk dan kapasitas produksinya.

Yeyen mengatakan, pelibatan UMKM tidak dilakukan secara masif karena menyesuaikan jumlah item dan kapasitas produksi. Namun, kerja sama tersebut dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi produk NTB untuk menembus pasar yang lebih luas.
“Ini dilakukan secara bertahap. Kalau ke depan ada item-item lain dari NTB yang disetujui, akan kita kembangkan lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan utama UMKM saat ini bukan hanya kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan pembiayaan untuk memenuhi permintaan dalam skala yang lebih besar. Karena itu, pengembangan merchandise lokal membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah dan perbankan.
Dalam kerja sama tersebut, MGPA berperan dalam pemasaran dan distribusi merchandise, sementara pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian dari rantai produksi. Merchandise nantinya dapat diperoleh melalui official merchandise store di kawasan Mandalika maupun kanal penjualan daring yang disiapkan MGPA.
Direktur MGPA Ananda Mikola menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai kehadiran produk lokal dalam ajang MotoGP Mandalika dapat memberikan dampak ekonomi sekaligus memperkenalkan identitas NTB kepada pasar internasional.
“Saya sangat optimistis untuk MotoGP tahun ini pelaku ekonomi kreatif pasti akan lebih bersemangat. Kita punya local hero (Feda pembalap Indonesia di kelas Moto 2) yang juga bisa menjadi magnet bagi penonton untuk hadir lebih banyak,” ujar Ananda.
Menurut Ananda, peningkatan jumlah penonton MotoGP akan berbanding lurus dengan peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. MGPA, kata dia, juga membuka peluang kolaborasi merchandise dengan para pembalap, meski penerapannya tetap mengikuti mekanisme dan proses kurasi MotoGP.
Ananda mengatakan, strategi tersebut merupakan bagian dari upaya MGPA memperkuat daya tarik MotoGP Mandalika sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi produk lokal.
“Bagaimana dengan event MotoGP ini kita bisa berbuat banyak untuk para pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat Lombok, sehingga mereka bisa bangga menghadirkan seni dan kreativitasnya untuk para pembalap dunia,” katanya.
Kerja sama GEKRAF NTB dan MGPA tersebut berlaku selama 12 bulan. Pengembangan produk dan pemasaran akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas produksi serta hasil evaluasi terhadap produk yang telah dikurasi.

