Pemprov NTB Gelar Pasar Murah Serentak di 10 Kabupaten/Kota Jelang Maulid Nabi
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pasar murah serentak di 10 kabupaten/kota menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Peluncuran pasar murah dipusatkan di Lapangan Fajar, Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Jumat, 21 Agustus 2026. Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri memimpin langsung kegiatan tersebut.
Indah mengatakan pasar murah menjadi bagian dari langkah pemerintah mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.
“Tujuannya untuk memastikan ketersediaan menjelang hari-hari besar, termasuk Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Memastikan ketersediaan sembilan bahan pokok dan menghindari terjadinya lonjakan harga,” kata Indah.
Pasar murah tersebut digelar bersamaan dengan rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Pelaksanaannya melibatkan Pemprov NTB bersama Perum Bulog, Bank Indonesia, dan PT Pertamina.
Menurut Indah, pemilihan Desa Tambe sebagai lokasi peluncuran juga berkaitan dengan persiapan program Desa Berdaya yang akan diterapkan secara bertahap pada 2027.
Pemprov NTB sejak 2026 mulai memetakan potensi desa dan kelurahan untuk menentukan wilayah yang mendapat intervensi melalui program tersebut.
“Dari 1.200 lebih jumlah desa dan kelurahan di Nusa Tenggara Barat, secara bertahap sejak tahun 2026 ini Desa Berdaya dibagi, dipilah dan diberikan kesempatan kepada kepala desa bersama masyarakatnya untuk melakukan perencanaan sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Indah menegaskan konsep Desa Berdaya diarahkan untuk mendorong pembangunan berbasis kebutuhan dan potensi lokal, bukan semata-mata berdasarkan kebijakan dari pemerintah.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke Desa Leu dan Desa Bontokape. Masing-masing desa menerima 100 paket sembako sebagai bagian dari persiapan menuju Desa Berdaya 2027.
Selain pangan, Pemprov NTB turut memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, khususnya ketersediaan elpiji 3 kilogram. Indah meminta pemerintah desa aktif mendata kebutuhan riil warga dan berkoordinasi dengan Pertamina agar pasokan tetap aman.
Pertamina sebelumnya menambah pasokan elpiji untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Desa Tambe. Pemerintah juga membuka opsi penggunaan elpiji nonsubsidi Bright Gas 5,5 kilogram bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Lalu Wiranata mengatakan pasar murah merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga harga bapokting tetap terjangkau.
Selain penjualan komoditas dengan harga terjangkau, Pemprov NTB menyiapkan 100 kupon sembako gratis bagi warga Desa Tambe. Kupon tersebut diprioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk lanjut usia dan ibu hamil.
Sebanyak 300 paket sembako juga disalurkan kepada masyarakat Desa Tambe. Bantuan lainnya berupa pakaian, bola untuk tim sepak bola dan bola voli, serta Rp5 juta untuk mendukung pelaksanaan Turnamen Fajar Cup.
Indah menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan berskala besar, tetapi juga melalui respons terhadap kebutuhan dasar warga.
“Kita pemerintah harus siap hadir dalam setiap bentuk permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kita,” ujarnya.

