Pemprov NTB dan Pemerintah Pusat Bangun Ekosistem Perikanan Modern di Teluk Ekas, Nelayan Dibebaskan dari Ketergantungan Tengkulak
LOMBOK TIMUR, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat transformasi ekonomi masyarakat pesisir melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Program yang dijalankan bersama pemerintah pusat ini tidak hanya membangun infrastruktur perikanan modern, tetapi juga menyiapkan sistem pembiayaan, pemasaran, hingga kelembagaan ekonomi yang ditargetkan mampu meningkatkan pendapatan nelayan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak.
Komitmen tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, serta Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin ke kawasan Teluk Ekas, Jumat (31/7).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun ekosistem perikanan yang lebih modern dan berdaya saing. Menurutnya, program tersebut tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi diarahkan untuk memperkuat sistem ekonomi masyarakat pesisir secara menyeluruh.
“Selama ini salah satu persoalan utama yang dihadapi nelayan adalah rendahnya posisi tawar dalam menjual hasil tangkapan. Melalui Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah menghadirkan solusi agar nelayan memperoleh nilai ekonomi yang lebih baik sekaligus terbebas dari ketergantungan terhadap tengkulak,” kata Gubernur.
Sebagai bagian dari penguatan sektor kelautan, kawasan KNMP Teluk Ekas dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari pabrik es, cold storage, tempat pelelangan ikan, bengkel perahu, kios usaha hingga koperasi nelayan. Infrastruktur tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi usaha perikanan sekaligus memberikan nilai tambah terhadap hasil tangkapan.
Keberadaan pabrik es dan cold storage diharapkan menjadi solusi bagi nelayan yang selama ini harus segera menjual hasil tangkapan setelah kembali melaut. Dengan fasilitas penyimpanan tersebut, ikan dapat disimpan hingga harga pasar lebih menguntungkan sehingga potensi pendapatan nelayan meningkat.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga memperkuat kelembagaan ekonomi melalui pembentukan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih. Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembelian hasil tangkapan dengan harga yang lebih layak sekaligus memperluas akses pemasaran produk perikanan.
Pemerintah menargetkan koperasi mulai beroperasi secara optimal pada September mendatang. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi alternatif pembiayaan yang lebih sehat sehingga nelayan tidak lagi bergantung pada pinjaman berbunga tinggi dari tengkulak.
Untuk mendukung permodalan usaha masyarakat pesisir, pemerintah menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank NTB Syariah dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah. Skema tersebut diharapkan memperluas akses pembiayaan bagi nelayan serta memperkuat keberlanjutan usaha perikanan.
Koperasi juga akan difungsikan sebagai pusat distribusi berbagai program pemerintah, mulai dari bantuan sosial, pupuk, alat dan mesin pertanian, hingga kebutuhan masyarakat lainnya. Langkah tersebut diharapkan membuat penyaluran bantuan lebih efektif, tepat sasaran, dan transparan.
Penguatan ekosistem perikanan juga dilakukan melalui rencana pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) guna mempermudah akses bahan bakar bersubsidi. Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyalurkan bantuan 50 unit kapal berkapasitas 5–10 Gross Tonnage (GT) yang akan dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas nelayan Teluk Ekas.
Gubernur Iqbal menegaskan keberhasilan program tersebut memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, sektor perbankan, dan masyarakat.
“Program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, membuka lapangan kerja baru, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjadikan Teluk Ekas sebagai model pemberdayaan ekonomi nelayan yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Ketua Kampung Nelayan Merah Putih Teluk Ekas, Yanto, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pembangunan kawasan perikanan di wilayahnya. Menurutnya, tambatan perahu yang telah selesai dibangun telah memberikan manfaat langsung bagi aktivitas nelayan dan akan semakin optimal dengan rencana penambahan panjang dermaga.
Ia juga menyambut baik rencana bantuan 50 unit kapal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan dikelola melalui koperasi nelayan.
“Kami bersyukur atas dukungan pemerintah. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat koperasi karena kami percaya, jika koperasi berkembang maka desa juga akan semakin maju dan kesejahteraan masyarakat pesisir akan meningkat,” kata Yanto.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, sektor perbankan, dan masyarakat, Kampung Nelayan Merah Putih Teluk Ekas diproyeksikan menjadi model pembangunan ekonomi pesisir berbasis kelembagaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan sektor perikanan di Nusa Tenggara Barat.

