BUDAYA DAN PARIWISATANTBTERKINI

Setelah Lama Vakum, Jauhari Tantowi bersama Sekolah Pesisi Juang Hidupkan Kembali ritual Sedekah Segare di Pantai Bintaro 

AMPENAN, NARASIMEDIA.NET – Tradisi Larung Laut 2026 akan kembali digelar di Pantai Bintaro, Ampenan, sebagai upaya menghidupkan kembali ritual Sedekah Segare yang sempat vakum sekaligus mengingatkan masyarakat pada pengorbanan para nelayan yang menggantungkan hidup di laut.

Kegiatan yang diinisiasi Jauhari Tantowi bersama Sekolah Pesisi Juang itu tidak hanya mengusung pelestarian budaya masyarakat pesisir, tetapi juga membawa pesan tentang rasa syukur, penghormatan kepada nelayan yang gugur saat melaut, serta pentingnya menjaga kelestarian laut sebagai sumber kehidupan.

Jauhari Tantowi mengatakan, Larung Laut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ruang refleksi atas kehidupan masyarakat pesisir yang selama ini menghadapi berbagai risiko untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Larung Laut adalah bentuk penghormatan kepada para nelayan yang telah gugur dan hilang di laut. Tradisi ini juga menjadi ungkapan syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan melalui laut,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi Sedekah Segare pernah menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir Ampenan, namun perlahan memudar. Karena itu, pelaksanaan Larung Laut 2026 diharapkan menjadi momentum menghidupkan kembali warisan budaya tersebut sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.

Selain prosesi larung ke tengah laut, kegiatan ini juga akan melibatkan anak-anak pesisir, pemuda, relawan, serta masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap budaya bahari dan lingkungan pesisir.

Jauhari menambahkan, melalui kegiatan tersebut masyarakat diajak melihat laut tidak hanya sebagai ruang mencari nafkah, tetapi juga sebagai ruang kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya.

“Tradisi ini mengajarkan bahwa laut bukan sekadar sumber ekonomi, tetapi juga amanah yang harus dihormati dan dilestarikan,” katanya.

Sekolah Pesisi Juang, yang selama ini bergerak sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak pesisir, menjadikan Larung Laut sebagai salah satu media pendidikan berbasis budaya. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada nilai gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, serta pentingnya menjaga ekosistem laut.

Pelaksanaan Larung Laut 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir Ampenan sekaligus meningkatkan kesadaran publik bahwa kehidupan nelayan dan kelestarian laut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *