Tekan Inflasi dari Kelurahan, Pemprov NTB Hadirkan Pangan Murah untuk Perkuat Daya Beli Warga
MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi sekaligus mendorong percepatan pengentasan kemiskinan melalui Program Kelurahan Berdaya. Salah satu upaya nyata diwujudkan lewat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB di halaman Kantor Lurah Pagutan Timur, Kota Mataram, Kamis (23/7/2026).
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah B., mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk intervensi langsung Pemerintah Provinsi NTB di bawah kepemimpinan Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya di kawasan yang masuk dalam klaster kemiskinan.
“Ini adalah bentuk nyata ikhtiar Bapak Gubernur dalam rangka pengentasan kemiskinan. Pagutan Timur menjadi salah satu Kelurahan Berdaya, sehingga berbagai program yang berdampak langsung kepada masyarakat diprioritaskan di wilayah berpenduduk padat dan masuk dalam klaster kemiskinan,” ujar Mirza.
Menurutnya, Pagutan Timur menjadi lokasi pertama pelaksanaan GPM dalam skema Program Kelurahan Berdaya. Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Dalam kegiatan tersebut, telur dijual Rp45.000 per rak, lebih murah dibandingkan harga pasar yang telah menembus lebih dari Rp50.000 per rak. Sementara minyak goreng dipasarkan Rp15.500 per liter. Selain itu, masyarakat juga dapat membeli komoditas penyumbang inflasi seperti cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat dengan harga yang lebih terjangkau.
Mirza menjelaskan, selain meringankan beban pengeluaran masyarakat, Gerakan Pangan Murah menjadi instrumen strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam menjaga stabilitas harga pangan. Evaluasi terhadap perkembangan harga komoditas penyumbang inflasi dilakukan secara berkala bersama Kementerian Dalam Negeri guna memastikan langkah pengendalian tetap efektif.
Pelaksanaan GPM juga melibatkan pelaku UMKM lokal sebagai mitra penyedia komoditas pangan. Skema kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan daerah sekaligus menciptakan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Lurah Pagutan Timur, Suprianto, mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi NTB yang memilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 7.300 penduduk Pagutan Timur di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok.
“Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB. Kehadiran GPM ini sangat membantu masyarakat kami, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan pangan murah juga membantu pelaku usaha mikro, termasuk pengrajin kerupuk kulit yang membutuhkan minyak goreng dan telur sebagai bahan baku utama. Dengan harga yang lebih terjangkau, biaya produksi dapat ditekan sehingga usaha masyarakat tetap berjalan optimal.
Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kelurahan, dan pelaku UMKM, Gerakan Pangan Murah diharapkan menjadi solusi berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, memperkuat daya beli masyarakat, serta mendukung percepatan pengentasan kemiskinan di tingkat desa dan kelurahan.

