HEADLINENTBTERKINI

KONI NTB Masih Tangani 12 Sengketa Porprov, Taekwondo Jadi Kasus Paling Serius

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menyelesaikan 12 sengketa yang muncul selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Dari seluruh persoalan tersebut, cabang olahraga (cabor) taekwondo menjadi kasus yang dinilai paling kompleks karena berkaitan dengan pelaksanaan kesepakatan yang telah dibangun jauh sebelum pertandingan berlangsung.

Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, mengatakan sebagian besar sengketa yang sedang ditangani hanya bersifat administratif dan teknis pertandingan sehingga diyakini tidak akan memengaruhi hasil akhir perolehan medali secara signifikan. Namun, berbeda dengan taekwondo yang menurutnya menyangkut pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah disusun sejak enam bulan lalu.

“Kami masih memiliki sekitar 12 persoalan yang sedang diproses di KONI. Sebagian besar persoalannya ringan dan bisa diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku. Yang cukup serius memang taekwondo,” ujar Mori dalam konferensi pers di Hotel Madani, Selasa (21/7/2026).

Menurut Mori, KONI memutuskan menunda pengesahan hasil pertandingan taekwondo karena terdapat kesepakatan yang sebelumnya telah dibuat bersama, namun tidak dijalankan oleh pihak terkait. Kesepakatan tersebut bahkan disebut telah melibatkan Pemerintah Provinsi NTB, DPRD NTB, hingga berbagai pihak dalam proses penyelesaiannya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan sekadar sengketa hasil pertandingan, melainkan menyangkut kepatuhan terhadap aturan yang telah disepakati bersama. Karena itu, KONI belum dapat mengesahkan hasil pertandingan taekwondo hingga seluruh proses penyelesaian rampung.

Di luar persoalan tersebut, Mori memastikan mayoritas pertandingan Porprov XII NTB berlangsung kondusif. Sejumlah cabor seperti judo, gulat, selancar ombak, hoki indoor, iron sport, dayung, gateball, soft tennis, catur, pencak silat, hingga golf disebut berjalan lancar meski terdapat protes dalam skala kecil yang masih dapat diselesaikan di arena pertandingan.

KONI NTB juga menegaskan proses penyelesaian seluruh sengketa masih memiliki waktu hingga penetapan hasil resmi Porprov. Mori optimistis seluruh persoalan dapat dituntaskan sebelum penutupan pesta olahraga dua tahunan tersebut sehingga tidak mengganggu legitimasi hasil akhir maupun klasemen perolehan medali.

“Kami ingin memastikan seluruh keputusan yang diambil benar-benar sesuai aturan. Yang terpenting bukan cepat, tetapi akurat dan memiliki dasar yang kuat,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *