Yuni Bourhany Desak Pemda Jadikan Setop Ekspor Konsentrat AMNT sebagai Momentum Perkuat Hilirisasi dan Serap Tenaga Kerja Lokal
Foto : Yuni Bourhany saat menggawangi Aksi PPS 2 Juni 2026.
SUMBAWA BARAT, NARASIMEDIA.NET – Keputusan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) yang dipastikan tidak mengajukan perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat diminta tidak disikapi sebagai ancaman terhadap ekonomi daerah. Sebaliknya, langkah tersebut dinilai harus menjadi momentum untuk memperkuat hilirisasi industri tambang melalui optimalisasi operasional smelter di dalam negeri.
Pernyataan itu disampaikan Yuni Bourhany, aktivis sosial masyarakat lingkar tambang itu mendesak Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat segera mengambil langkah strategis agar penghentian ekspor konsentrat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat lokal.
Menurut Yuni, berakhirnya ekspor konsentrat akan membuat seluruh hasil produksi tambang wajib diproses melalui fasilitas smelter. Kondisi tersebut dinilai dapat mempercepat realisasi program hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral di daerah.
“Ini momentum yang baik bagi NTB. Smelter harus beroperasi penuh dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dampaknya bukan hanya pada industri tambang, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja dan tumbuhnya usaha-usaha pendukung di sekitar kawasan industri,” kata Yuni dalam keterangannya, Minggu (7/6).
Ia meminta pemerintah daerah segera menyiapkan kebijakan pendukung, terutama di bidang ketenagakerjaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja yang muncul akibat operasional smelter harus diprioritaskan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) lokal.
Yuni mendorong agar data pencari kerja daerah dijadikan acuan utama dalam proses rekrutmen. Selain itu, balai latihan kerja juga perlu diperkuat agar mampu menghasilkan tenaga operator, teknisi, dan pekerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri pengolahan mineral.
“Jangan sampai smelter beroperasi penuh tetapi masyarakat lokal hanya menjadi penonton. Pemda harus memastikan tenaga kerja daerah mendapatkan ruang dan kesempatan yang lebih besar,” ujarnya.
Selain sektor ketenagakerjaan, Yuni juga meminta pemerintah mempermudah perizinan bagi pelaku usaha lokal agar dapat masuk ke rantai pasok industri smelter. Menurutnya, keberadaan industri pengolahan mineral harus memberikan efek berganda bagi UMKM dan perekonomian masyarakat lingkar tambang.
Sebelumnya, AMNT menyatakan belum mengajukan perpanjangan izin ekspor konsentrat dan menegaskan komitmennya terhadap kebijakan hilirisasi mineral yang dicanangkan pemerintah. Perusahaan menyebut fokus saat ini adalah peningkatan produksi dan optimalisasi fasilitas smelter.
Yuni optimistis sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan AMNT dapat menjadikan penghentian ekspor konsentrat sebagai titik balik penguatan hilirisasi di NTB sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan tambang.

