NTBTERKINI

NTB Care Buka Layanan Darurat 24 Jam Jelang Blokade Pelabuhan Tano

Sumbawa, NARASIMEDIA.NET – NTB Care memastikan akses darurat dan jalur kemanusiaan tetap dibuka selama aksi blokade Pelabuhan Tano yang dijadwalkan berlangsung mulai Selasa, 2 Juni 2026.

Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi gangguan arus orang dan barang akibat aksi yang digelar Aliansi Provinsi Pulau Sumbawa (PPS), sekaligus menjamin layanan kesehatan dan distribusi kebutuhan dasar masyarakat tetap berjalan.

Direktur NTB Care, Yuni Bourhany menegaskan kendaraan yang berkaitan dengan kepentingan kemanusiaan tidak akan terhalang melintasi kawasan pelabuhan.

Kategori yang mendapat prioritas meliputi ambulans, pasien rujukan, tenaga medis, serta distribusi logistik darurat seperti obat-obatan, bahan makanan, dan kebutuhan mendesak lainnya.

“Tidak ada penghalangan untuk urusan yang menyangkut keselamatan jiwa,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak di lapangan, Yuni mengatakan NTB Care juga membuka layanan koordinasi darurat selama 24 jam. Masyarakat, relawan, tenaga kesehatan, maupun instansi yang membutuhkan kepastian akses selama aksi berlangsung diminta menghubungi layanan NTB Care di nomor 081237115334 guna memperoleh fasilitasi dan koordinasi langsung dengan petugas di lapangan.

NTB Care menyatakan akan melakukan verifikasi cepat terhadap setiap permintaan bantuan dan memastikan jalur kemanusiaan tetap dapat digunakan tanpa hambatan.

Di tengah meningkatnya tensi menjelang aksi, Yuni mengimbau masyarakat menjaga ketertiban serta tidak melakukan penutupan terhadap jalur yang digunakan untuk kepentingan darurat.

“Situasi di lapangan dapat berubah cepat. Kami akan terus memantau dan menyampaikan informasi resmi. Mari sama-sama menjaga agar jalur kemanusiaan tetap terbuka untuk semua,” tutur Yuni.

Aksi blokade Pelabuhan Tano sendiri direncanakan dimulai pada 2 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian tuntutan perjuangan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa. Pelabuhan Tano merupakan salah satu pintu utama mobilitas penumpang dan distribusi logistik antara Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *