NTBTERKINI

Musrenbang NTB 2026 Fokus Tekan Kemiskinan dan Perkuat SDM

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menempatkan penurunan kemiskinan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi NTB Tahun 2026 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 di Lombok Raya Hotel Mataram, Kamis (16/4).

Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengatakan angka kemiskinan di NTB yang masih berada di atas 11,38 persen menjadi tantangan utama pembangunan daerah. Menurutnya, penanganan kemiskinan tidak dapat dilakukan melalui program sektoral semata, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak. “Penanganan kemiskinan di NTB harus dilakukan secara terintegrasi dan tepat sasaran. Tidak cukup hanya dengan program sektoral, tetapi perlu kolaborasi lintas sektor dan dukungan semua pihak agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pemprov NTB memfokuskan percepatan pengentasan kemiskinan pada tiga sektor utama, yakni ketahanan pangan, pariwisata berkelanjutan, dan penguatan desa melalui program Desa Berdaya. Pemerintah menargetkan sebanyak 3.250 kepala keluarga miskin ekstrem dapat dijangkau program intervensi pada 2026, dengan target penuntasan kemiskinan ekstrem pada 2027.

Selain kemiskinan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Pemprov NTB mencatat masih terdapat sekitar 71 ribu anak tidak bersekolah. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah memperkuat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), program kejar paket, serta pendidikan nonformal. “Masih tingginya angka anak tidak bersekolah menjadi perhatian serius. Kami terus mendorong penguatan PKBM dan pendidikan non-formal agar tidak ada anak NTB yang tertinggal dari akses pendidikan,” kata Nelly.

Di sektor kesehatan, pemerintah memprioritaskan penanganan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak. Sementara itu, pemerataan pembangunan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa juga menjadi fokus melalui pengalokasian anggaran yang lebih berimbang dan perencanaan pembangunan yang inklusif.

Pemprov NTB juga memperkuat pembangunan SDM melalui program NTB Sehat dan Cerdas serta NTB Terampil dan Tangkas. Program tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pendidikan vokasi, dan pelatihan keterampilan kerja. Selain itu, pemerintah menyiapkan sekitar 2.000 beasiswa ke Jepang bagi masyarakat desa sebagai bagian dari peningkatan kapasitas SDM. “Program beasiswa, termasuk ke Jepang, merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas SDM desa agar lebih kompetitif dan mampu menciptakan peluang ekonomi baru,” ujarnya.

Dalam Musrenbang tersebut, Pemprov NTB turut menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dunia usaha, dan mitra pembangunan untuk mempercepat pencapaian target pembangunan daerah dan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *