HEADLINENTBTERKINI

Pemprov NTB Kerahkan Dana BTT untuk Perbaiki Jalan Rusak Pascabanjir

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan skema Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menangani kerusakan jalan akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah pada Januari-Februari 2026. Kerusakan paling banyak terjadi di Pulau Sumbawa, terutama di wilayah Bima, Dompu, dan Kabupaten Sumbawa.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang NTB, Ilham Ardiansyah, mengatakan pemerintah daerah memilih menggunakan BTT agar akses jalan yang terputus atau rusak berat dapat segera difungsikan kembali.

“Karena ini terkait bencana banjir, maka penanganan cepatnya menggunakan skema BTT. Tujuannya adalah penanganan darurat agar infrastruktur segera berfungsi kembali,” kata Ilham di kantornya di Mataram, Rabu, 1 April 2026.

Menurut Ilham, perbaikan melalui BTT hanya bersifat sementara. Adapun perbaikan permanen harus melalui mekanisme pengadaan reguler yang membutuhkan waktu lebih panjang.

Ia menuturkan, kemampuan pemerintah daerah memperbaiki jalan pada tahun ini ikut terpengaruh oleh penurunan transfer ke daerah dari pemerintah pusat. Dampaknya, sejumlah rencana perbaikan yang sebelumnya telah masuk daftar tunggu terpaksa dievaluasi ulang.

“Kondisi anggaran kita saat ini memang sedang tidak ideal karena adanya pengurangan dana transfer dari pusat. Ini bukan hanya angka di atas kertas, tapi berimplikasi pada berapa kilometer jalan yang bisa kita perbaiki tahun ini,” ujarnya.

Akibat keterbatasan anggaran itu, pemerintah provinsi mengubah pola pembangunan jalan dari pemerataan menjadi super prioritas. Ruas yang akan diperbaiki lebih dahulu adalah jalan dengan kerusakan paling parah dan memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain mengandalkan BTT, Gubernur NTB membentuk Tim Reaksi Cepat atau TRC untuk menangani kerusakan ringan, seperti lubang di badan jalan. Tim ini ditujukan agar kerusakan kecil dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Hajat Pak Gub dengan adanya TRC ini adalah mempercepat penanganan kerusakan kecil. Langsung ditambal agar tidak makin parah, yang nantinya justru akan memakan biaya lebih besar jika kerusakannya melebar,” kata Ilham.

TRC akan bekerja berdasarkan laporan masyarakat. Setiap laporan akan diteruskan ke tim di lapangan untuk ditindaklanjuti. Untuk mempercepat respons, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang NTB mengandalkan dua balai pemeliharaan jalan yang berada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.

“Kepala balai masing-masing wilayah yang memegang kendali agar responsnya bisa cepat. Namun ada laporan, ada tim, tapi kalau anggaran tidak ada, tentu gerak kami terbatas,” ujar Ilham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *