BUDAYA DAN PARIWISATAHAPPENINGTERKINI

Bakso Mandalika, Primadona Baru di Taliwang

Sumbawa Barat, NARASIMEDIA.NET

Di antara hiruk-pikuk kawasan Kemutar Telu Center (KTC), Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, ada satu sudut yang belakangan tak pernah sepi. Menjelang sore, deretan kursi di sebuah kedai bakso mulai terisi.

Nama kedai tersebut Bakso Mandalika.

Baru dibuka pada Februari 2026, warung bakso ini cepat menjadi perbincangan. Bukan karena promosi besar-besaran, melainkan karena kabar estafet dari mulut ke mulut. Seseorang datang karena penasaran, lalu kembali membawa keluarga atau temannya.

Bakso Mandalika berdiri di salah satu sudut KTC, kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat perkantoran dan ruang publik di Taliwang. Letaknya membuat kedai ini mudah ditemukan. Namun yang membuat orang bertahan bukan sekadar lokasinya, melainkan kemelekatan nikmat pada rasanya.

Kuah baksonya gurih, ringan,  Tidak terlalu pekat, tidak pula berlebihan. Ada sensasi kaldu yang meresap hingga ke dalam daging. Baksonya sendiri empuk dan padat, dengan tekstur yang tidak alot.

Pilihan menunya cukup beragam. Ada bakso biasa untuk yang ingin menikmati rasa klasik. Ada pula bakso iga, dengan potongan daging lembut yang dimasak lama. Yang paling sering dibicarakan pengunjung adalah bakso sum-sum, mangkuk besar berisi bakso, tulang, dan sumsum yang memenuhi hampir seluruh porsi.

Menariknya, semua menu itu dibanderol dengan harga yang nyaris sulit dipercaya untuk ukuran porsi dan rasanya. Satu mangkuk cukup ditebus dengan Rp 25 ribu.

Andi, salah seorang pelanggan, mengaku datang karena penasaran setelah melihat banyak unggahan di media sosial. namun ia kembali karena rasanya.

“Awalnya cuma ikut-ikutan karena lagi ramai. Tapi ternyata rasanya memang beda. Kuahnya gurih, baksonya empuk, dan enggak bikin enek. Setelah habis, rasanya malah pengin pesan lagi,” kata dia.

pelanggan lain, Rina datang bersama keluarganya pada akhir pekan. Menurut dia, suasana di sekitar kedai menjadi alasan lain mengapa tempat itu cepat digemari.

“Anak-anak bisa main di taman, orang tuanya santai sambil makan. Kalau datang sore, suasananya enak sekali. Ada angin, ramai, tapi tetap nyaman,” ujarnya.

Kesan serupa dirasakan Fadli,  yang sengaja singgah dari Sumbawa Besar setelah mendengar cerita tentang Bakso Mandalika.

“Saya pikir awalnya cuma viral biasa. Ternyata memang layak dicoba. Jarang ada bakso yang porsinya besar, rasanya pas, dan harganya masih terjangkau,” kata dia.

Spot warung bakso mandalika dapat dibilang on point, bisa menjadi sunset spot serta disekitar lokasi saat sore warga ramai berolahraga. di spot ini pengunjung juga bisa melihat views siluet Masjid Agung Darussalam tampak berdiri di tengah kolam, memberi latar yang estetis pada sore di Taliwang.

Di balik kedai itu, ada Sri Sustani, pensiunan pegawai Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat. Ia memulai usaha ini dari nol setelah pensiun. Gagasan membuka warung bakso sempat diragukan keluarganya. Anak-anaknya semula lebih ingin membuka angkringan. Namun Sri tetap memilih bakso.

Keputusan itu ternyata tidak keliru.

Nama “Mandalika” pun dipilih bukan tanpa alasan. Nama itu diambil dari nama anak keduanya, Baiq Widia Ayu Mandalika Putri. Bagi Sri, nama itu menjadi penanda tentang keluarga, harapan, dan asal-usul. Suaminya berasal dari Praya, Lombok Tengah wilayah yang lekat dengan kawasan wisata Mandalika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *