HEADLINENTBTERKINI

Koordinator SPPG Lotim Tindaklanjuti Keluhan Relawan Dapur MBG Jero Gunung soal Sikap Kepala SPPG

Lombok Timur, NARASIMEDIA.NET – Koordinator SPPG wilayah Lombok Timur, Awan, akhirnya angkat bicara terkait laporan relawan terhadap Kepala SPPG Lombok Timur di Dapur MBG Esa Jero Gunung, Kecamatan Sakra Barat. Kepala SPPG tersebut sebelumnya dilaporkan karena diduga kerap bersikap intimidatif dan membuat relawan merasa tidak nyaman saat bekerja.

Awan mengatakan pihaknya telah memanggil dan mempertemukan sejumlah pihak untuk mengklarifikasi persoalan tersebut, mulai dari Kepala SPPG, mitra, hingga perwakilan relawan.

“Kemarin saya sudah ketemu dengan KA SPPG-nya dan mitra serta perwakilan relawan. Bahwa akan dievaluasi lagi pernyataan dari KA SPPG-nya, dan kami sudah tegur jikapun benar ada permasalahan seperti itu,” kata Awan saat dikonfirmasi, Jumat (27/03).

Baca Juga : LIPSUS : Belum Dibayar Penuh, Guru PPPK NTB Soroti Ketidaksesuaian Upah

Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh keterangan yang disampaikan masing-masing pihak dapat diverifikasi secara objektif. Ia menegaskan, apabila terbukti terdapat sikap yang tidak sesuai dalam lingkungan kerja, maka hal tersebut akan menjadi perhatian serius.

Pernyataan Awan tersebut muncul setelah sejumlah relawan di Dapur MBG Esa Jero Gunung menyampaikan keluhan terhadap tiga petugas di lingkungan SPPG, yakni kepala SPPG, bagian accounting, dan ahli gizi. Mereka dinilai kerap berbicara dengan nada keras, menunjukkan sikap yang membuat relawan tertekan, hingga menimbulkan suasana kerja yang tidak nyaman.

Seorang relawan yang enggan disebut namanya mengaku para relawan berharap ada evaluasi terhadap petugas yang dinilai bermasalah.

“Kami hanya ingin suasana kerja yang nyaman. Relawan datang untuk membantu, jadi semestinya ada komunikasi yang baik,” ujarnya.

Baca Juga : LIPSUS : Usai Keluhan Berulang, Kapal Pertamina Masih Menambatkan Jangkar di Perairan Ampenan

Awan menambahkan, pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi kesimpulan sepihak sebelum proses evaluasi selesai dilakukan. Namun ia memastikan teguran telah diberikan sebagai langkah awal agar situasi di lapangan tidak kembali terulang.

“Kami ingin semua pihak bisa bekerja dengan baik dan saling menghargai,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *