Camat Batulayar Tanggapi Keluhan Warga Gunung Kameh, Siap Sounding ke Asisten I Pemkab Lobar
Lombok Barat, NARASIMEDIA.NET — Camat Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Muhammad Subayin, menanggapi keluhan warga Dusun Gunung Kameh, kawasan perbukitan di wilayah Desa Senggigi, yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses layanan dasar seperti jalan, air bersih, dan penerangan.
Subayin menegaskan, pemerintah kecamatan tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut dan telah menerima aspirasi warga melalui berbagai saluran. Namun, ia mengakui penanganan persoalan di Gunung Kameh membutuhkan koordinasi lintas sektor karena berkaitan dengan kewenangan administratif dan kebijakan anggaran.
“Persoalan ini akan kami sounding ke Asisten I agar bisa dilihat apakah ada celah anggaran untuk pembangunan fasilitas dasar masyarakat. Mau bagaimanapun, kami tetap berupaya,” ujar Subayin saat dikonfirmasi, Selasa (24/12).
Ia menjelaskan, selama ini terdapat kehati-hatian dari pemerintah desa setempat dalam mengambil langkah, lantaran secara administratif sebagian warga Gunung Kameh masih tercatat di desa lain. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran jika pembangunan dilakukan tanpa dasar kewenangan yang jelas.
“Desa Senggigi tentu berhitung soal kewenangan. Mereka khawatir jika mengakomodasi pembangunan bagi warga yang secara administrasi belum sepenuhnya masuk, hal itu bisa menjadi temuan dan berimplikasi pada pertanggungjawaban desa,” jelasnya.
Meski demikian, Pemerintah kecamatan, kata dia, akan tetap menyuarakan persoalan ini ke Pemerintah Daerah Lombok Barat agar fasilitas dasar masyarakat Gunung Kameh dapat diakomodasi melalui skema yang sesuai aturan.
“Prinsipnya, kebutuhan dasar masyarakat harus dicarikan solusi. Kecamatan akan mendorong agar persoalan ini dibahas di tingkat kabupaten, sehingga ada kebijakan yang jelas dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Di akhir keterangannya, Subayin meminta masyarakat bersabar sembari pemerintah kecamatan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk mencari jalan keluar yang tepat.
“Kami memahami kegelisahan masyarakat. Pemerintah kecamatan akan tetap berupaya menghadirkan solusi terbaik,” pungkasnya. (*)

