HEADLINETERKINI

Masyarakat Santai Soal Kerugian AMNT, Aktivis : Selama Ini Juga tak ada Manfaatnya

Aktivis: Jika AMNT Rugi, Serahkan Tambang kepada Rakyat Saja

Sumbawa Barat, NARASIMEDIA.NET  – Sumbawa Barat, NARASIMEDIA.NET – Penurunan kinerja dan nilai saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) justru disambut santai oleh masyarakat lingkar tambang di Sumbawa Barat. Aktivis menilai, selama puluhan tahun beroperasi, manfaat perusahaan bagi warga adat dan komunitas sekitar tambang masih sangat minim sehingga kabar kerugian perusahaan sama sekali bukan kabar buruk bagi masyarakat

Aktivis pemerhati masyarakat lingkar tambang, Yuni Bourhany, menegaskan bahwa narasi kerugian perusahaan justru perlu dilihat secara berimbang dengan realitas sosial warga yang terdampak langsung.

“Jika perusahaan menyatakan mengalami kerugian secara mikro, maka patut dipertanyakan bagaimana dengan kondisi masyarakat yang selama ini menjadi pihak terdampak langsung. Dalam banyak kajian, ketika kontribusi perusahaan terhadap kesejahteraan publik sangat minim, klaim kerugian korporasi justru tidak memiliki relevansi sosial yang kuat,” ujar Yuni, Rabu jumat (31/10).

Menurutnya, keberadaan perusahaan tambang berskala besar sudah seharusnya menghadirkan manfaat yang terukur bagi ekonomi masyarakat sekitar. Namun, ia menilai sampai saat ini insentif yang diterima warga lingkar tambang belum sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.

Baca Juga : Jadi Role Model di NTB, Desa Lanta Melaju ke Lomba Desa Nasional 2025

“Bila perusahaan merasa tidak lagi mampu mengelola sumber daya ini secara efisien dan menghadirkan nilai tambah bagi daerah, maka wajar jika negara mempertimbangkan opsi yang lebih berorientasi pada kepentingan publik. Termasuk, misalnya, mengembalikan pengelolaan sumber daya kepada rakyat melalui model yang lebih adil dan berkelanjutan,” tegasnya.

Yuni juga mendorong pemerintah pusat dan daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan PT Amman Mineral di Sumbawa Barat. Ia menilai, secara makro kontribusi perusahaan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat masih jauh dari memadai, sementara sumber daya alam yang diambil dari wilayah tersebut terus melimpah.

“Ketika kekayaan alam diekstraksi dalam jumlah sangat besar namun masyarakat adat serta warga lingkar tambang justru tidak merasakan peningkatan kesejahteraan yang signifikan, itu artinya mandat pembangunan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Negara perlu memastikan bahwa pengelolaan sumber daya ini benar-benar menghadirkan manfaat publik yang terukur dan berkeadilan,” tegas Yuni.

Baca Juga : Kasus Suap Dua Senator DPD  NTB Menguap, Aktivis Siapkan Aksi Desakan Transparansi Progres Penegakan Hukum

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa intervensi kebijakan harus dilakukan apabila perusahaan tidak mampu memenuhi tanggung jawab sosialnya secara optimal.

“Apabila hasil evaluasi menunjukkan ketimpangan antara nilai yang dikeruk dan nilai yang dikembalikan kepada masyarakat, maka sudah saatnya izin dan kebijakan terkait direvisi untuk melindungi hak-hak rakyat sebagai pemilik sah sumber daya,” tambahnya.

Baca Juga : Proyek Drainase Pokir TGH Muchlis di Ampenan Tuai Kritik, Masyarakat Tak Temukan Papan Informasi

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, PT Amman Mineral belum memberikan pernyataan resmi mengenai tekanan keuangan yang dialami dan kritik menyangkut minimnya manfaat perusahaan terhadap masyarakat lingkar tambang. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *