Jadi Role Model di NTB, Desa Lanta Melaju ke Lomba Desa Nasional 2025
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Desa Lanta di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, ditetapkan sebagai wakil Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Lomba Desa Tingkat Nasional 2025 setelah melalui proses seleksi berjenjang dari tingkat kecamatan hingga provinsi.
Kepala Desa Lanta, Muhamad Tayeb, S.Sos., memaparkan berbagai capaian pembangunan dan inovasi pelayanan desa di hadapan Tim Penilaian Desa dan Kelurahan Award Tingkat Nasional melalui Zoom Meeting yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Dukcapil (DPMPD Dukcapil) NTB, Kamis (30/10). Presentasi tersebut menegaskan komitmen Desa Lanta dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan ketahanan pangan sebagai program strategis desa.
Dalam pemaparannya, Tayeb menekankan program penguatan tata kelola desa, pemberdayaan ekonomi melalui BUMDes, peningkatan pelayanan publik, serta pengembangan ketahanan pangan sebagai strategi utama pembangunan. Desa Lanta juga terus mendorong partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program prioritas pemerintah.
Baca Juga : Saham AMMN Melemah, Aktivis NTB Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Tambang
Paparan berlangsung dengan didampingi Kepala DPMD Kabupaten Bima Kamarudin, S.Sos, Plt. Camat Lambu Muaidin S.Pd., MM, perwakilan DPMD, TP PKK, BPD, serta pengurus BUMDes Desa Lanta.
Kamarudin menegaskan bahwa keikutsertaan Desa Lanta pada ajang nasional merupakan bentuk kontribusi desa dalam pembangunan daerah. “Desa Lanta menunjukkan bahwa desa mampu menjadi motor kemajuan melalui inovasi ketahanan pangan, pemenuhan gizi masyarakat, dan ekonomi koperasi. Kami terus memberikan pendampingan agar Lanta dapat tampil maksimal di tingkat nasional,” ujarnya.
Selain unggul dalam tata kelola dan pelayanan publik, Desa Lanta juga memiliki potensi ekonomi yang kuat. Komoditas oi ta’a (nira lontar) diolah menjadi produk seperti permen dan minuman herbal. Komunitas perempuan di desa ini turut mengembangkan produk turunan kelapa seperti minyak kelapa dan minuman tradisional mina sua. Sementara itu, budidaya cabai hingga bawang merah mendorong hadirnya produk olahan bumbu dan hasil pertanian bernilai jual lebih tinggi. Desa Lanta juga memiliki kerajinan tas dari kain tenun khas Bima, tembe nggoli, yang menyasar pasar fashion lokal.
Potensi tersebut diperkuat dengan visi meningkatkan kemandirian pangan melalui industrialisasi berbasis desa sehingga masyarakat tidak hanya menjadi produsen bahan mentah, melainkan juga pelaku ekonomi bernilai tambah. Secara geografis, Desa Lanta berada di wilayah perbukitan yang menawarkan potensi wisata alam dan pernah menjadi lokasi KKN mahasiswa se-ASEAN.
Baca Juga : Kasus Suap Dua Senator DPD NTB Menguap, Aktivis Siapkan Aksi Desakan Transparansi Progres Penegakan Hukum
Salah satu perwakilan DPMD Kabupaten Bima, Abubakar, menyampaikan harapannya terhadap capaian Desa Lanta. “Kami ingin Desa Lanta tidak hanya menjadi wakil NTB, tetapi juga menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam mengoptimalkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
Desa Lanta kini memasuki tahap penilaian lanjutan dan diharapkan mampu meraih prestasi terbaik untuk mengharumkan nama daerah, sekaligus memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional. (red)

