Gaji Umbrella Girl MotoGP, Benarkah Menggiurkan?
Gambar : Ilustrasi / Ex Rider Yamaha Monster MotoGP Hafizh Syahrin dan Istri Noor Suzana Abdul Manaf.
Mandalika, NARASIMEDIA.NET – Free Practice dan Qualifikasi MotoGP Indonesia 2025 Tengah Berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Per hari ini 3 Oktober 2025. Meski Marc Marquez sudah memastikan gelar juara dunia, persaingan di lintasan tetap menjanjikan drama karena masih ada lima seri tersisa yang diperebutkan para pembalap.
Di balik uforia balapan, ada sosok lain yang kerap mencuri perhatian, mereka adalah umbrella girl. Peran mereka mungkin terlihat sederhana, namun kehadirannya sudah menjadi bagian dari kultur balap motor kelas dunia.
Baca Juga : Tanah Restaurant & Coworking Space: Destinasi Baru untuk Digital Nomad di Lombok
Umbrella girl, atau gadis payung, biasanya hadir beberapa saat sebelum balapan dimulai. Mereka berdiri di grid start, memayungi pembalap dari teriknya matahari sekaligus menjaga suasana tetap fokus menjelang balapan. Namun tugas mereka tidak berhenti di situ. Umbrella girl juga berfungsi sebagai representasi tim dan sponsor, sekaligus menambah daya tarik tersendiri dalam penyelenggaraan balapan.
Lantas, berapa sebenarnya bayaran yang diterima seorang umbrella girl? Untuk ajang di Mandalika, angka pastinya memang belum diketahui secara resmi. Namun, menurut data yang dihimpun situs ZipRecruiter, rata-rata umbrella girl di ajang internasional bisa mendapat bayaran sekitar 75 dolar AS per jam, atau setara Rp1,2 juta. Besaran gaji ini tentu tidak seragam, karena biasanya dipengaruhi pengalaman, kontrak kerja, serta dukungan sponsor yang membawahi mereka.
Baca Juga : 6 Cara Asyik Menikmati Malam Yang Sempurna di Kuta Mandalika
Artinya, menjadi umbrella girl bukan hanya soal tampil di depan kamera. Profesi ini juga terkait dengan profesionalisme dalam dunia hiburan olahraga, yang menuntut penampilan, ketepatan waktu, dan kemampuan menjaga citra tim.
Redaksi NARASIMEDIA.NET

