Jauhari Tantowi dan Sekolah Pesisir Juang Masuk Nominasi Penghargaan Bergengsi Nasional
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Pemuda asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jauhari Tantowi, berhasil membawa kegiatan Sekolah Pesisir Juang masuk nominasi 20 besar ajang 16th Satu Indonesia Award, salah satu penghargaan bergengsi tingkat nasional yang diikuti lebih dari 8.000 peserta dari seluruh Indonesia.
Pencapaian ini dinilai sebagai bentuk kemajuan gerakan anak muda yang konsisten membangun pendidikan di masyarakat, khususnya di wilayah pesisir. Jauhari, yang juga pendiri Sekolah Pesisir Juang, menyebut nominasi ini sebagai bukti nyata peran kolektif dalam memperkuat kualitas pendidikan.
Baca Juga : PW KAMMI NTB Gelar Ngaji Publik Bahas Supremasi Sipil dan Tim Investigasi Independen
“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa gerakan kolektif mampu membangun masyarakat pesisir yang kuat dan cerdas melalui Sekolah Gratis Anak Nelayan Kota,” ujar Jauhari, Senin (15/9/2025).
Masuknya Jauhari ke dalam nominasi juga menjadi bentuk apresiasi bahwa anak muda daerah mampu memberi dampak hingga ke level nasional. Dari kawasan Indonesia Timur, hanya NTB yang berhasil masuk nominasi 20 besar melalui program *=Sekolah Gratis Anak Nelayan Kota.
“Walaupun kami bergerak dengan swadaya tanpa sokongan pemerintah, kami mampu menunjukan kemajuan pendidikan dan membawa nama NTB di bidang pendidikan sebagai kebanggaan bersama. Ini tentu tidak terlepas dari dukungan para donatur dan pengurus Sekolah Pesisi Juang,” tambahnya.
Baca Juga : Ironi DBHCT : Pemerintah Sedot Triliunan Dari Cukai Tembakau, Petani Dipaksa Bertahan Tampa Subsidi
Menurut Jauhari, keberhasilan ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah, mengingat peran pendidikan sebagai fondasi penting dalam membangun peradaban. Ia menegaskan, langkah yang dilakukan Sekolah Pesisir Juang bukan sekadar gerakan sosial, melainkan upaya jangka panjang untuk menciptakan generasi NTB yang lebih baik.
“Dengan nominasi ini, kami berharap pemerintah juga memberi atensi lebih serius pada pendidikan masyarakat pesisir. Karena apa yang kami lakukan adalah bagian dari membangun peradaban untuk generasi NTB ke depan,” tutupnya. (*)

