Deklarasi Pilkada Damai, IPMS Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas

MATARAM, NARASIMEDIA.NET || Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 November 2024, Ikatan Pelajar Mahasiswa Sape (IPMS) Mataram menggelar diskusi dan deklarasi Pilkada Damai. Kegiatan ini berlangsung di Kedai Niki Sae, Kota Mataram, Senin (04/11/2024) pukul 15.00 WITA, dan bertujuan mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan serta kondusivitas selama masa pemilihan.
Ketua Umum IPMS Mataram, Arif Rizal Muhaimin, menyatakan bahwa dalam waktu dekat masyarakat NTB akan menggunakan hak pilih untuk menentukan pemimpin daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, pada periode 2024-2029.
“Sebagai negara demokrasi, pemilu adalah ajang adu gagasan melalui visi-misi pasangan calon. Saat ini, kita semua harus fokus menjaga semangat demokrasi itu,” ujar Rizal.
Rizal menyoroti konflik yang sempat terjadi di Kabupaten Bima, di mana pendukung pasangan calon sempat terlibat bentrok. Ia menegaskan bahwa peristiwa semacam ini mencederai semangat demokrasi, khususnya di NTB. Rizal mengimbau masyarakat untuk menghindari konflik, terutama yang berpotensi berujung pada masalah hukum.
“Kita harus menjauhkan diri dari politik SARA, ujaran kebencian, dan politik identitas. Ini demi terciptanya suasana Pilkada yang sehat dan saling menghormati,” tambahnya.
Menurut Rizal, berbeda pilihan adalah hal yang wajar, namun hendaknya tidak sampai memutuskan silaturahmi. “Pilkada seharusnya mempererat silaturahmi, bukan memecahnya. Mari kita ciptakan iklim politik yang sehat dan konstruktif,” Ajaknya.
Sebagai penutup, Rizal menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas selama Pilkada serentak berlangsung.
Poin Deklarasi IPMS Mataram:
- Menjaga persatuan dan keutuhan NKRI dengan tidak melakukan politisasi SARA, ujaran kebencian, politik identitas, propaganda, dan menolak penyebaran berita bohong.
- Mewujudkan Pilkada Serentak sebagai sarana integrasi bangsa serta menolak segala bentuk pelanggaran.
- Saling menghargai dan menghormati hak serta perbedaan setiap peserta Pilkada Serentak 2024. (Redaksi)

