Inflasi Tahunan Provinsi NTB Lebih Rendah dari Angka Nasional
Mataram, NARASIMEDIA.NET || Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB) merilis bahwa pada bulan September 2024, inflasi year on year (y-on-y) di Provinsi NTB tercatat sebesar 1,77 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang mencapai 1,84 persen.
Tingkat inflasi month to month (m-to-m) di NTB untuk bulan September 2024 adalah 0,09 persen, sementara inflasi year to date (y-to-d) tercatat sebesar 0,17 persen.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, dalam rilis resmi statistik yang berlangsung di Aula Tambora BPS NTB, pada tanggal 1 Oktober 2024. “Inflasi di NTB lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional,” ujarnya.

Wahyudin menjelaskan bahwa inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok yang mengalami kenaikan terbesar antara lain: perawatan pribadi dan jasa lainnya (6,37 persen), pendidikan (3,82 persen), rekreasi, olahraga, dan budaya (2,09 persen), serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,91 persen). Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau meningkat sebesar 1,74 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,60 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,32 persen. Kelompok transportasi dan kesehatan masing-masing tercatat sebesar 1,23 persen dan 1,10 persen, sedangkan perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 0,17 persen.
Di sisi lain, kelompok pengeluaran yang mencatatkan penurunan indeks adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, yang mengalami penurunan sebesar 0,97 persen.
Kepala Biro Perekonomian yang diwakili oleh Analis Kebijakan Ahli Madya, Nana Oktutiana, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan tinjauan langsung ke pasar-pasar di berbagai kabupaten dan kota di NTB. “Harga-harga sembako masih stabil. Kami juga akan mengadakan pertemuan dengan Kemendagri minggu ini untuk membahas pertumbuhan perekonomian provinsi NTB,” jelasnya.
Kegiatan rilis resmi statistik ini dihadiri oleh perwakilan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB, serta pihak TNI, Polri, dan instansi vertikal terkait. (Redaksi)

