Berganti Kepengurusan, pimpinan BPPD NTB periode 2024-2028 wacanakan strategi promosi baru, ini bocorannya
Mataram, Narasimedia.net | Berganti Ketua, pimpinan baru Badan Promosi Pariwisata (BPPD) Provinsi NTB wacanakan Strategi Baru untuk efektifkan Reklame Pariwisata Sasambo.
Kepala BPPD yang baru, Sahlan M. Saleh, memaparkan bahwa target utamanya adalah bagaimana wisatawan bisa menggeliati semua destinasi yang ada di NTB, dengan menghimpun berbagai bentuk promosi yang mampu mengekspose dan mengiklankan daerah-daerah pelosok yang perlu disuarakan dan dipasarkan potensi dan tawaran pariwisatanya.
“Tentu kami pengen BPPD NTB tahun 2024-2028 berusaha membangun image baik, agar dampak pariwisata dapat dirasakan juga dipulau sumbawa, seperti Kabupaten Sumbawa, Dompu dan Bima”. Ujarnya.
Untuk menunjang itu, Sahlan yang juga mengketuai Astindo, mengatakan BPPD NTB nantinya akan melobikan beberapa upaya Direct Flight dari daerah Konsumen/ Wisatawan ke bandara-bandara yang ada di NTB ; Lombok, Bima dan Sumbawa.
” bagaimana kita bisa fasilitasi dalam bentuk konektivitasnya yang dipermudah, kami rencananya akan menambah beberapa direct flight ke pulau sumbawa ; Sumbawa, dompu Bima” jelasnya.
Sedangkan, penerbangan langsung tersebut ujar Sahlan akan fokus pada menjembatani tempat-tempat yang memiliki prospek pasar wisatawan yang tinggi, ia menganggap cara ini akan lebih jelas dan efektif.
“dimana direct flightnya akan berfokus pada lokasi-lokasi yang prospek wisatawannya tinggi”. Ujarnya.
Untuk mendukung direct flight, pihaknya akan memasang agen-agen marketing wisata NTB diluar negeri pada titik-titik daerah atau negara tempat penerbangan langsung diterminalkan, sehingga bisa langsung melakukan penawaran dan mengarahkan pada rute-rute pesawat yang menuju NTB.
“Untuk itu, dengan adanya direct flight, ditambah agen marketer kita di beberapa negara, kita akan datangi langsung kantong-kantong servernya, misalnya katakanlah di Australia sehingga (target pasarnya) tepat sasaran”. Rincinya.
Sesampainya di NTB, Sahlan mewacanakan akan disediakan sutle bus dengan berbagai pilihan destinasi, ia mengatakan, cara ini agar wisatawan dapat berwisata lebih terarah dan memaksimalkan kunjungannya pada tempat-tempat yang telah terpetakan oleh BPPD NTB.
Selain itu, konsep yang direncanakan timnya tak hanya berfokus pada tujuan produktivitas ekonomi wisata, Sahlan mengatakan pihaknya akan tetap berupaya menjaga keberlanjutan dengan mengemas pariwisata yang tidak merusak tatanan aslinya/ konserfatif.
Untuk menunjang itu semua, pihaknya akan melibatkan beberapa Asosiasi yang relefan sebagai penentu kebijakan, yang berasal dari sembilan organisasi yang terdiri dari Akademisi, pakar, dan penerbangan.
Ia berharap, pendekatan ini juga dapat membangun inisiatif semua pihak agar dapat bekerjasama menyatukan tujuan untuk optimalnya industri pariwisata NTB.
“Promosi menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakay, pemerintah, swasta, lembaga-lembaga dan media”. Ujarnya.
Ditanyai terkait kelanjutan program BPPD periode sebelumnya, ia mengatakan kelanjutannya akan kondisional dan disesuaikan dengan kebutuhan.
“Bila itu menurut kita Produktif kita akan lanjutkan”. Pungkasnya. (Redaksi/fbr).

