Warga Maluk Loka Keluhkan Hawa Panas di Sekitar Smelter, Minta Kondisi Mereka Tak Disepelekan
Foto : Pemandangan smelter dari Pemukiman Masyarakat.
SUMBAWA BARAT, NARASIMEDIA.NET – Warga Desa Maluk Loka, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mengeluhkan hawa panas yang mereka rasakan di sekitar kawasan smelter PT AMNT. Warga meminta kondisi tersebut tidak dianggap sepele, mengingat jarak permukiman mereka dengan fasilitas industri itu disebut hanya sekitar 200 hingga 400 meter.
Keluhan tersebut disampaikan seorang warga Kepada Redaksi, Warga membandingkan kondisi hawa panas yang dirasakan di Maluk Loka dengan suhu di wilayah lain dan mempertanyakan apakah kondisi tersebut semata-mata disebabkan oleh cuaca.
“Tidak bisa dipungkiri hawa-hawa mesin gelondong di sebelah. Tiga hari lalu saya ke Sumbawa Besar, suhu di Sumbawa Besar sampai 36–38 derajat, pulang-pulang kolaps,” tulis warga dalam laporannya.
Warga juga menggambarkan kedekatan tempat tinggal mereka dengan tungku-tungku berukuran besar di kawasan smelter. Menurut laporan tersebut, jarak antara permukiman dan fasilitas industri itu berkisar 200 hingga 400 meter.
“Tolong jangan sepelekan keadaan dan kondisi kami. Kami juga manusia, sama seperti para pejabat-pejabat hebat di KSB ini,” tulisnya.
Selain menyampaikan keluhan, warga mengusulkan agar area tungku smelter ditutup menggunakan bangunan menyerupai rumah kaca. Dalam usulan tersebut, bukaan bangunan dibatasi dan dilengkapi cerobong untuk mengalirkan uap, sebagaimana pemahaman warga atas penjelasan pihak tambang.
Warga berharap usulan itu dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengurangi penyebaran hawa panas ke lingkungan permukiman.
“Biar hawa panasnya tidak menyebar keluar agar kami tidak merasakan dampak hawa panas, karena jarak kami bukan satu kilometer atau lima kilometer. Jarak kami dengan smelter hanya 200 meter sampai 400 meter saja,” tulis warga.
Warga juga mempertanyakan kemungkinan bahwa kondisi tersebut semata-mata dipengaruhi cuaca. Mereka menilai, apabila penyebabnya murni kondisi alam, wilayah lain semestinya turut merasakan hawa panas serupa.
Namun, laporan masyarakat tersebut belum disertai data pengukuran suhu di permukiman Maluk Loka maupun hasil pemeriksaan yang dapat memastikan sumber hawa panas yang dikeluhkan. Karena itu, diperlukan verifikasi kondisi lapangan dan penjelasan teknis dari pihak pengelola smelter.
Hingga berita ini dipublish, belum terdapat keterangan dari pihak pengelola smelter maupun instansi terkait mengenai keluhan warga tersebut. Pengukuran suhu lingkungan dan klarifikasi dari pihak berwenang diperlukan untuk memastikan kondisi yang dirasakan masyarakat serta kemungkinan faktor penyebabnya.

