HEADLINETERKINI

Karhutla Tanjung Puting, Pemerintah Siapkan 30 Sumur Bor, 160 Personel, dan 200 Pompa Air

KALTENG, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, melalui penambahan sarana pemadaman, pengerahan personel gabungan, dan operasi udara. Kementerian Kehutanan juga menyiapkan rencana sanksi terhadap lima hingga enam perusahaan tambahan yang diduga terlibat pelanggaran karhutla.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, pemetaan menggunakan drone thermal mengidentifikasi empat lokasi prioritas penanganan kebakaran di Tanjung Puting. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Besalat karena berdekatan dengan area pemberian pakan orangutan.

Berdasarkan hasil pemantauan, bentang api di salah satu lokasi prioritas mencapai sekitar dua kilometer. Pemerintah memperkirakan membutuhkan sekitar 30 sumur bor dan 160 personel gabungan untuk mendukung pemadaman.

“Kita juga melihat kemungkinan membuat sekat bakar, termasuk mempertimbangkan kondisi kedalaman gambut. Tapi intinya, kita mencegah agar api tidak masuk ke zona inti,” ujar Raja Juli dalam konferensi pers seusai rapat penanganan karhutla di Kantor Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Rabu, 14 Oktober 2026.

Selain Besalat, penanganan diprioritaskan di Teluk Pulai, Sungai Bulu Kecil dan Sungai Bulu Besar, serta kawasan Sungai Baung dan Tanjung Rengas. Untuk lokasi yang sulit dijangkau, pemerintah menyiapkan penempatan personel dan dukungan logistik selama beberapa hari agar pemadaman dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Dari sisi operasi udara, Kementerian Kehutanan menyatakan enam helikopter water bombing tersedia di Kalimantan Tengah. Namun, pemanfaatannya menghadapi kendala jarak pandang akibat asap tebal, termasuk di sekitar Pangkalan Bun dan Palangka Raya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penanganan karhutla di Tanjung Puting menjadi perhatian khusus. Presiden menyetujui dukungan 200 pompa air dan anggaran Rp2 miliar untuk pembuatan 200 titik pengeboran air.

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” ujar Prabowo saat membahas kebutuhan penanganan kebakaran bersama jajaran terkait.

Di tingkat nasional, data Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan mencatat 1.085 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi hingga 12 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Data tersebut bersumber dari pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20.

Di antara enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, Kalimantan Tengah mencatat 227 titik panas, sedangkan Sumatera Selatan mencatat 147 titik. Angka tersebut merupakan data pemantauan hingga 12 Oktober, bukan rekapitulasi terbaru per 15 Oktober.

Sementara itu, dalam aspek penegakan hukum, Raja Juli menyatakan akan mengumumkan sanksi terhadap lima hingga enam perusahaan tambahan yang terlibat karhutla. Sanksi yang disiapkan berupa pembekuan atau pencabutan izin apabila ditemukan pelanggaran.

“Kemarin ada 26 perusahaan dan akan ada lima atau enam perusahaan lagi yang akan segera saya announce kembali untuk dibekukan maupun dicabut izinnya,” kata Raja Juli saat meninjau lokasi karhutla di Kalimantan Selatan, Senin, 12 Oktober 2026.

Ia menegaskan penindakan tidak hanya menyasar perusahaan kecil.

“Ini tidak akan berhenti, tidak hanya perusahaan kecil yang besar sekalipun apabila kita temukan pelanggaran akan kita tindak,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *