Sisi Lain MotoGP Mandalika, NTB Care dan ITDC Bawa Sahabat Difabel Nonton dari VIP Luxury Tent
MANDALIKA, NARASIMEDIA.NET – Gemuruh MotoGP Mandalika 2026 tak hanya menghadirkan adu cepat para pebalap. Di balik kemeriahan ajang balap dunia itu, puluhan sahabat difabel turut merasakan atmosfer MotoGP melalui kegiatan nonton bareng di Hospitality VIP Luxury Tent, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 ini merupakan hasil sinergi NTB Care dengan Community Development ITDC The Mandalika. Program tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember 2026.
Kehadiran sahabat difabel di area VIP menjadi sisi lain penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Mereka tidak hanya menikmati jalannya balapan, tetapi juga mendapatkan dukungan aksesibilitas berupa bus jemputan khusus, akses jalan menuju ruangan VIP yang ramah difabel, serta pendampingan selama kegiatan.
Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) NTB, Awan Darmawan, mengapresiasi dukungan ITDC dalam menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas.
“Event dunia ini benar-benar memperlihatkan bahwa manusia itu setara,” ujar Awan, yang juga menjabat sebagai kepala bidang di BPBD Provinsi NTB.
Menurut Awan, fasilitas transportasi dan akses menuju ruang VIP menunjukkan upaya penyelenggara untuk melibatkan kelompok difabel dalam perhelatan internasional tersebut.
“Kami apresiasi ITDC yang terus berbenah untuk memastikan dunia difabel menjadi bagian euforia dunia ini. Difabel NTB kini tidak lagi jadi penonton dari luar pagar, tapi menjadi tamu kehormatan di dalam,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat, Arief Suryawirawan. Ia menilai keterlibatan sahabat difabel dalam kegiatan MotoGP menjadi momentum positif bagi pengembangan pariwisata inklusif di Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok Barat.
“Kami dari Dinas Sosial Lombok Barat menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada ITDC. Tentu ini merupakan momentum yang baik bagi dunia difabel NTB pada umumnya dan Lombok Barat pada khususnya,” ujar Arief.
Ia menyoroti fasilitas jemputan khusus, akses jalan menuju ruang VIP, hingga sambutan bagi peserta di Luxury Tent sebagai bagian dari upaya menciptakan pengalaman wisata yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
Arief berharap inisiatif tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan MotoGP tahun ini. Menurutnya, aksesibilitas perlu menjadi bagian berkelanjutan dari pengembangan pariwisata di Mandalika.
“Kami dari Dinas Sosial Lombok Barat berharap ini menjadi tradisi baik. Jangan sampai berhenti di sini. Mari kita jadikan Mandalika sebagai contoh, bahwa kemegahan sebuah event dunia diukur dari seberapa ramah ia merangkul mereka yang paling rentan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, NTB Care juga menyiapkan satu juru bahasa isyarat (JBI) dan pendamping khusus untuk mendukung kebutuhan peserta difabel.
Direktur NTB Care, Yuni Bourhany, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong pariwisata yang lebih inklusif, sehingga sahabat difabel tidak hanya menjadi bagian dari masyarakat yang menyaksikan kemeriahan MotoGP Mandalika, tetapi juga memperoleh kesempatan yang sama untuk merasakan langsung atmosfer ajang dunia tersebut.
“Bagi kami, MotoGP Mandalika bukan hanya tentang balapan, tetapi juga bagaimana momentum dunia ini bisa dirasakan oleh semua kalangan, termasuk sahabat difabel. Kami mengapresiasi kolaborasi dengan ITDC yang telah mendukung akses dan fasilitas bagi peserta. Harapannya, semangat inklusivitas ini tidak berhenti pada penyelenggaraan MotoGP, tetapi terus menjadi bagian dari pengembangan pariwisata NTB,” ujar Yuni.
Kolaborasi NTB Care dan ITDC ini menghadirkan perspektif berbeda dari MotoGP Mandalika. Di tengah perhatian dunia terhadap sirkuit dan persaingan para pebalap, akses bagi penyandang disabilitas menjadi bagian penting dari pengalaman menyaksikan ajang olahraga internasional.

