HAPPENINGNTBTERKINI

NTB Care–BBPOM Mataram Jalin Sinergitas, Perkuat Pengawasan Pangan dari Laporan Masyarakat

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – NTB Care dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram mendorong penguatan sinergi dalam pengawasan mutu pangan dan produk kesehatan yang beredar di tengah masyarakat.

Sinergi tersebut terjalin dalam pertemuan NTB Care bersama BBPOM Mataram di kantor BBPOM Mataram, Jumat (11/9/2026). Pertemuan membahas pentingnya keterhubungan antara informasi dan pengaduan masyarakat dengan fungsi pengawasan yang dilakukan BBPOM.

Kepala BBPOM Mataram, Yogi Abaso Mataram, mengatakan laporan masyarakat dapat membantu BBPOM memperoleh informasi mengenai produk maupun aktivitas yang perlu menjadi bahan pengawasan.

“Laporan-laporan dari lembaga NTB Care ke kami ini bermanfaat bagi kami karena kami bisa lebih memasifkan Pengawasan pangan yang beredar di masyarakat,” kata Yogi dalam pertemuan tersebut.

Menurut Yogi, BBPOM memiliki prosedur dalam melakukan pengawasan. Ketika terdapat laporan mengenai produk yang dicurigai, pihaknya dapat melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Ia juga menjelaskan, pengawasan dilakukan terhadap berbagai produk yang beredar. BBPOM melakukan sampling dengan membeli produk dari sejumlah tempat, termasuk warung dan toko, untuk kemudian dilakukan pengujian.

Dalam pertemuan itu, Yogi menyebut BBPOM Mataram berdasarkan kapasitas mesin melakukan pengujian sekitar 3.000 sampel. Selain itu terdapat sekitar 1.000 sampel dari kepolisian, sehingga jumlah sampel yang ditangani disebut mencapai sekitar 4.000 sampel.

Sementara itu, Yuni Bourhany dari NTB Care menekankan pentingnya keterbukaan dan hubungan kerja yang baik antara lembaga pengawasan dengan kelompok masyarakat yang menerima langsung berbagai pengaduan warga.

“Ini yang saya butuh mitra yang welcome, hangat seperti ini. Supaya kami pun menyampaikan ke bawah seperti kami, mendapatkan apa yang dari sini kami dengar,” ujar Yuni.

Yuni mengatakan, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan kepada NTB Care. Karena itu, informasi yang diperoleh dari lembaga teknis seperti BBPOM dinilai penting untuk diteruskan kepada masyarakat.

“Semakin jelaskan, semakin bagus juga. Masyarakat perlu tahu apa yang terjadi,” katanya.

Dalam pembicaraan tersebut, Yuni juga mendorong agar advokasi NTB Care akan juga menyentuh persoalan keamanan pangan. Menurutnya, persoalan pangan merupakan hal yang berbeda karena masyarakat tidak selalu dapat mengetahui secara langsung persoalan yang terdapat pada produk yang dikonsumsi.

“Kalau kejahatan yang lain bisa kita lihat tidak kasat, kan ini makanan ada apa,” ujar Yuni.

Ia mengatakan, penguatan perhatian terhadap pangan diperlukan agar masyarakat tidak waswas terhadap produk pangan yang beredar.

Di sisi lain, Yogi menjelaskan masyarakat dapat menyampaikan laporan apabila menemukan produk yang dicurigai. Untuk produk tertentu, BBPOM dapat membawa sampel dan melakukan pengecekan terhadap label maupun kesesuaiannya dengan data yang telah disetujui.

“Kalau ada produk yang dicurigai, dilaporkan saja. Kami bawa sampel saja. Tapi lengkap fotonya,” kata Yogi.

Menurut Yogi, pengecekan terhadap kesesuaian produk dengan data persetujuan dapat membutuhkan waktu karena database produk berada di tingkat pusat.

Pertemuan NTB Care dan BBPOM Mataram tersebut juga membahas sejumlah persoalan lain terkait produk suplemen, jamu, pelabelan, serta klaim berlebihan pada produk.

Kedua pihak kemudian melanjutkan komunikasi terkait informasi dari masyarakat dan mekanisme pengawasan, dengan perhatian pada perlindungan masyarakat sebagai konsumen produk pangan dan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *