Rp16,5 Miliar Sudah Mengalir ke Desa, Pemprov NTB Perluas Desa Berdaya untuk Tekan Kemiskinan
MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menyalurkan Rp16,5 miliar dana Program Desa Berdaya Tematik hingga akhir Agustus 2026. Anggaran tersebut telah ditransfer langsung kepada 55 desa penerima manfaat, masing-masing sebesar Rp300 juta.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) NTB Lalu Hamdi mengatakan, 55 desa tersebut telah resmi menerima dana Program Desa Berdaya Tematik.
“Anggaran tersebut telah ditransfer langsung ke rekening 55 desa penerima manfaat, di mana masing-masing desa mengantongi Rp300 juta,” kata Lalu Hamdi di Mataram, Senin (31/8/2026).
Penyaluran tersebut merupakan bagian dari Program Desa Berdaya Tematik yang pada 2026 dialokasikan dengan total anggaran Rp128 miliar. Program tersebut menyasar 257 desa di NTB dengan bantuan Rp300 juta untuk masing-masing desa.
Berdasarkan data terbaru, dari 157 desa yang mengajukan program, sebanyak 130 desa telah mendapatkan rekomendasi dari dinas. Selanjutnya, 73 desa telah melengkapi berkas pencairan dan menyerahkan proposal kepada dinas untuk diproses.
“Dari 130 yang sudah rekom itu, 73 sudah menyerahkan berkas pencairan-nya dan itu kita sudah serahkan ke BAKD. Nah, yang sudah cair itu ada 55 desa,” ujar Hamdi.
Dalam pelaksanaannya, dana Desa Berdaya juga dapat digunakan melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui skema penyertaan modal. Dari 55 desa yang telah menerima pencairan, sekitar 45 desa tercatat menjalin kerja sama dengan BUMDes.
Hamdi mengatakan, pemerintah daerah akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kerja sama tersebut. Evaluasi dilakukan secara berkala, termasuk setiap bulan.
“Nanti diperiksa. Pada intinya BUMDes itu bisa mendapatkan penyertaan modal oleh desa. Ada tim evaluasi di dinas-dinas, termasuk PMD nanti evaluasi. Evaluasinya ada bulanan,” katanya.
Program Desa Berdaya tidak berhenti pada penyaluran dana tahap pertama. Pemprov NTB juga menyiapkan perluasan program untuk 2027.
Pada tahap kedua Program Desa Berdaya periode 2027-2028, Pemprov NTB membuka rekrutmen sekitar 140 pendamping untuk 37 desa berdaya transformatif yang masuk kategori miskin ekstrem.
Kepala DPMPD Dukcapil NTB Lalu Hamdi menyebut terdapat sekitar 800 kepala keluarga (KK) miskin ekstrem yang menjadi sasaran pendampingan di 37 desa tersebut.
“Ini untuk tahap dua, ini kan beda desa. Kalau tahun lalu kan 40 desa, sekarang 37 desa,” ujarnya.
Setiap pendamping akan mendampingi sekitar 50 KK. Pendamping bertugas melakukan asesmen terhadap kebutuhan dan kondisi sosial ekonomi rumah tangga sasaran, menyusun rencana intervensi berdasarkan kebutuhan dasar dan potensi lokal, serta menghubungkan peserta dengan program bantuan sosial dan layanan dasar.
Pendamping juga akan membantu peserta dalam memilih, merencanakan, dan mengembangkan usaha atau program peningkatan mata pencaharian, memberikan pelatihan keterampilan hidup, serta memantau perkembangan rumah tangga menuju status graduasi.
Selain skema transformatif, Pemprov NTB merancang Program Desa Berdaya Tematik 2027 untuk 290 desa. Besaran bantuan direncanakan tetap Rp300 juta per desa.
Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, program tersebut tetap dijalankan di tengah kondisi fiskal yang tertekan.
“Tahun 2027 kami merancang sekitar 290 desa yang akan masuk dalam kategori tematik. Di tengah kondisi fiskal yang tertekan, Pemprov NTB tetap berkomitmen membagi alokasi anggaran demi memberdayakan desa,” kata Nelly.
Menurut Nelly, desa penerima program 2027 akan diarahkan kepada desa-desa baru agar penyaluran berlangsung merata dan tidak terjadi penerimaan bantuan dua kali.
“Tidak ada desa yang menerima dua kali. Target Pak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur, seluruh 1.137 desa dan kelurahan mendapatkan jatah. Ini hanya masalah giliran dan waktu,” tegasnya.
Penetapan 290 desa untuk program 2027 telah melalui verifikasi awal berdasarkan proposal yang masuk ke organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait.
Dengan penyaluran Rp16,5 miliar kepada 55 desa hingga akhir Agustus 2026 dan rencana perluasan ke 290 desa pada 2027, Program Desa Berdaya menjadi salah satu program unggulan Pemprov NTB yang diarahkan untuk pemberdayaan desa melalui dukungan anggaran dan pendampingan.

