EKONOMI DAN BISNISHEADLINENTBTERKINI

Ekspor Tembaga Meledak, Bea Keluar NTB Naik 813,7 Persen hingga Juli

MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Penerimaan bea keluar di Nusa Tenggara Barat (NTB) melonjak 813,7 persen secara tahunan hingga Juli 2026. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB menyebut lonjakan tersebut sejalan dengan tingginya realisasi ekspor konsentrat tembaga.

Kepala Kanwil DJPb NTB Ratih Hapsari Kusumawardani mengatakan peningkatan tersebut berkaitan dengan kebijakan relaksasi ekspor konsentrat tembaga pada Januari hingga April 2026.

“Bea keluar tumbuh 813,7 persen secara tahunan sejalan dengan tingginya realisasi ekspor konsentrat tembaga akibat kebijakan relaksasi ekspor pada Januari hingga April 2026,” kata Ratih di Mataram, Kamis (27/8/2026).

Berdasarkan data yang disampaikan DJPb NTB, penerimaan kepabeanan dan cukai hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp1,51 triliun. Dari jumlah tersebut, bea keluar menjadi komponen terbesar dengan realisasi Rp1,48 triliun.

Kinerja tersebut turut menopang pendapatan negara di NTB. Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp3,68 triliun atau 71,38 persen dari target.

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor NTB sepanjang Januari-April 2026 mencapai 1,25 miliar dolar AS. Konsentrat menjadi komoditas dominan dengan nilai 1,05 miliar dolar AS atau sekitar 84 persen dari total ekspor pada periode tersebut.

DJPb NTB juga mencatat penerimaan bea masuk hingga Juli 2026 mengalami kontraksi 32,01 persen yang dikaitkan dengan penurunan impor bahan modal dan bahan baku. Di sisi lain, penerimaan cukai tumbuh 1,27 persen secara tahunan.

Dengan demikian, lonjakan penerimaan kepabeanan NTB hingga Juli 2026 terutama tercatat pada komponen bea keluar, seiring tingginya ekspor konsentrat tembaga pada periode relaksasi ekspor Januari-April 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *