Pemprov NTB Kirim 79 Nakes dan 22 Truk Logistik Bantu Korban Gempa NTT
MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirim 79 tenaga kesehatan dan 22 kendaraan untuk mendukung penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberangkatkan dalam aksi solidaritas kemanusiaan KRBNN Bali-NTB-NTT pada Minggu (16/8/2026) sore.
Selain personel dan kendaraan, bantuan yang dikirim mencakup bahan pokok, pakaian, obat-obatan, serta dukungan pelayanan kesehatan dan pemulihan psikologis bagi warga terdampak.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan mobilisasi tim dilakukan kurang dari 24 jam setelah kebutuhan bantuan dikoordinasikan. Menurut dia, kecepatan tersebut menjadi bagian dari uji kesiapsiagaan NTB dalam merespons kondisi darurat sekaligus memastikan bantuan dapat segera menjangkau wilayah terdampak.
“Ini sekaligus menjadi uji kesiapsiagaan kita dalam menghadapi kondisi darurat,” kata Iqbal.
Pemprov NTB tidak memusatkan seluruh kebutuhan bantuan dari Mataram. Sebagian logistik makanan dibeli dari Bima karena pertimbangan kedekatan geografis dengan NTT. Sejumlah kendaraan logistik juga telah disiagakan di Bima untuk kemudian bergerak bersama tim dari Bali menuju wilayah terdampak.
Ende dan Labuan Bajo Jadi Posko Utama
Pemprov NTB menetapkan Ende dan Labuan Bajo sebagai dua titik utama pengiriman bantuan. Posko Labuan Bajo akan menjadi basis penanganan untuk wilayah Manggarai dan daerah sekitarnya yang termasuk kawasan dengan banyak korban dan pengungsi.
“Bantuan dikirim ke dua posko, yaitu ke Ende dan Labuan Bajo. Untuk posko Labuan Bajo ini nanti yang akan meng-handle wilayah Manggarai dan sekitarnya,” ujar Iqbal.
Pada fase awal tanggap darurat, dukungan NTB tidak hanya difokuskan pada pelayanan medis. Tim juga disiapkan untuk membantu pemulihan psikologis warga, terutama kelompok rentan dan anak-anak yang mengalami tekanan setelah bencana.
Dukungan tersebut antara lain melibatkan tenaga dari Rumah Sakit Mutiara Sukma untuk memberikan layanan pemulihan psikis bagi masyarakat terdampak.
Sementara untuk kebutuhan medis, Pemprov NTB telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTT. Dari komunikasi awal, kebutuhan yang dinilai paling mendesak adalah dokter lapangan.
NTB juga melibatkan tim Emergency Medical Team (EMT) dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang memiliki kapasitas untuk mendukung pelayanan kesehatan melalui rumah sakit lapangan.
Siapkan Anggaran Rp1 Miliar
Untuk mendukung operasi kemanusiaan tersebut, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar.
Di luar dukungan pemerintah daerah, bantuan juga dihimpun dari berbagai pihak, termasuk Baznas dan sejumlah lembaga lainnya.
Iqbal mengatakan pengalaman NTB menghadapi gempa besar pada 2018 menjadi salah satu modal dalam membantu penanganan bencana di NTT. Pengalaman tersebut, menurut dia, memberikan pelajaran mengenai pentingnya kecepatan penanganan, pembersihan reruntuhan, serta pemulihan infrastruktur dan aktivitas masyarakat.
Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan menangani korban dan menyediakan bantuan dasar. Perbaikan infrastruktur dan pemulihan aktivitas masyarakat juga harus dilakukan secara cepat agar kehidupan sosial dan ekonomi warga dapat kembali bergerak.

