HEADLINENTBTERKINI

Pemprov NTB Siapkan BTT Rp1 Miliar dan Cadangan Beras Bulog Bima untuk Korban Gempa NTT

MATARAM, NARASIMEDIA.NET –Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan bantuan pangan dan dukungan penanganan darurat bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengerahkan cadangan beras pemerintah yang tersimpan di Gudang Bulog Bima.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan stok di Bima dipilih karena secara geografis lebih dekat dengan wilayah NTT yang terdampak gempa. Pemanfaatan cadangan tersebut dinilai dapat mempercepat mobilisasi bantuan pada fase awal tanggap darurat.

“Kami pakai cadangan pangan di Bulog Bima, sehingga lebih dekat dengan lokasi daerah terdampak gempa. Kami berkomunikasi dengan Bulog dan sudah mulai disiapkan cadangan beras,” kata Iqbal usai memimpin rapat koordinasi penanganan gempa di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Sabtu (15/8/2026).

Selain beras, Pemprov NTB menyiapkan sejumlah peralatan untuk mendukung kebutuhan penanganan kondisi darurat di wilayah terdampak.

Iqbal mengatakan pengalaman NTB menghadapi gempa Lombok pada 2018 menjadi salah satu dasar dalam memetakan kebutuhan bantuan. Menurut dia, pemenuhan kebutuhan dasar pada pekan pertama menjadi prioritas karena merupakan fase paling krusial dalam penanganan korban bencana.

“Kebutuhan yang sangat mendesak untuk bertahan hidup ada pada seminggu pertama. Oleh karena itu, kami sebagai tetangga terdekat ingin hadir lebih dulu daripada yang lain untuk memberikan bantuan kepada mereka,” ujarnya.

Untuk menopang pemberian bantuan tersebut, Pemprov NTB menyiapkan belanja tidak terduga (BTT) sekitar Rp1 miliar.

Iqbal menegaskan bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat terdampak tanpa membedakan asal daerah.

“Kami tidak lagi membedakan orang NTB, orang NTT, orang Bali, siapapun yang terdampak di sana menjadi target bantuan yang akan kami berikan,” katanya.

Gempa tektonik magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu sekitar pukul 05.58 WITA. Berdasarkan laporan BMKG, pusat gempa berada di sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo.

BMKG sempat menerbitkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 08.30 WITA setelah hasil observasi tidak menunjukkan adanya kenaikan muka air laut yang signifikan.

Meski peringatan tsunami telah berakhir, gempa menimbulkan dampak serius di sejumlah wilayah. BNPB melaporkan sedikitnya 38 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung.

Penanganan pascagempa kini mencakup evakuasi korban, pelayanan kesehatan, pembukaan akses yang terdampak, serta distribusi kebutuhan dasar kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *