EKONOMI DAN BISNISHAPPENINGTERKINI

Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal lewat Wakaf Saham

JAKARTA, NARASIMEDIA.NET – Masjid Istiqlal mulai masuk ke ekosistem pasar modal Indonesia melalui program Wakaf Saham Istiqlal yang dikelola bersama Istiqlal Global Fund (IGF) di bawah Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) dan PT Majoris Asset Management.

Program yang diperkenalkan pada akhir 2025 itu memungkinkan masyarakat menyalurkan wakaf melalui instrumen pasar modal syariah, seperti saham dan reksa dana.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan dana filantropi yang disalurkan ke Masjid Istiqlal akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi.

“Filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi nah itu yang sedang dikerjakan,” kata Jeffrey, dikutip Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, wakaf tidak hanya disalurkan dalam bentuk uang tunai. Masyarakat juga dapat menggunakan instrumen pasar modal syariah.

“Bisa bentuknya saham, bisa bentuknya reksadana, bisa bentuknya dana dan kemudian itu akan dikelola oleh manajer investasi,” jelasnya.

Program tersebut dikembangkan di tengah besarnya potensi wakaf nasional. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, wakaf uang yang telah terhimpun sekitar Rp3,5 triliun, sedangkan potensinya diperkirakan mencapai Rp181 triliun per tahun.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan skema wakaf melalui pasar modal masih dibahas secara internal oleh OJK.

“Nanti kami tentu akan mengeluarkan pengaturan khusus terkait dengan hal ini pada prinsipnya tentu apapun kegiatan investasi yang bersinggungan dengan masyarakat secara umum kita harapkan tetap mengedepankan aspek transparansi dengan bentuk pengelolaan yang baik dengan tata kelola yang baik,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *