21 Sampel Pangan HKG PKK Kota Mataram Lolos Uji, BBPOM Tak Temukan Boraks hingga Rhodamin B
MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram memastikan 21 sampel pangan yang diperiksa dalam puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kota Mataram memenuhi syarat keamanan dari parameter bahan berbahaya yang diuji.
Pengawasan dilakukan di Lapangan Karang Pule, Kota Mataram, Minggu (9/8/2026), dengan melibatkan Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram. Sampel yang diperiksa berasal dari produk pangan UMKM serta olahan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK.
Petugas melakukan sampling dan pengujian cepat terhadap 21 produk pangan. Pengujian difokuskan untuk mendeteksi empat bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam pangan, yakni boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.
Hasilnya, seluruh 21 sampel dinyatakan memenuhi syarat. Tidak ditemukan kandungan boraks, formalin, Rhodamin B maupun Methanil Yellow pada sampel yang diuji.
Kepala BBPOM di Mataram Yogi Abaso Mataram mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan pangan yang dipasarkan dan disajikan dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar memenuhi aspek keamanan.
“Kami melakukan sampling dan pengujian cepat terhadap 21 sampel pangan untuk memastikan produk yang beredar aman dari bahan berbahaya seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow. Alhamdulillah, seluruh sampel yang diuji memenuhi syarat,” kata Yogi.
Menurut Yogi, pengawasan pangan pada kegiatan masyarakat tidak hanya ditujukan untuk menemukan produk yang tidak memenuhi ketentuan, tetapi juga mendorong pelaku usaha memahami pentingnya keamanan pangan sejak proses produksi hingga produk dikonsumsi.
Pengawasan kali ini sekaligus menyasar produk UMKM dan olahan UP2K PKK yang dipasarkan dalam rangkaian HKG PKK. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, kata Yogi, diperlukan untuk memperluas pengawasan sekaligus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha pangan.
“Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Mataram, khususnya Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM, serta para pelaku UMKM dan UP2K PKK,” ujarnya.
BBPOM di Mataram menyatakan pengawasan akan dilanjutkan melalui kegiatan sampling, pengujian, edukasi, dan pendampingan kepada pelaku usaha. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan produk pangan yang beredar di masyarakat aman dan memenuhi ketentuan, sekaligus mendukung UMKM pangan meningkatkan mutu produknya.

