Daftar Ketua KONI NTB Dipatok Rp200 Juta, Penjaringan Dimulai Hari Ini
// Musorprov ditargetkan tuntas Agustus 2026, TPP memperkirakan tiga kandidat akan bersaing memperebutkan kursi Ketua Umum KONI NTB.
MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai membuka tahapan penjaringan calon Ketua Umum periode berikutnya. Salah satu syarat yang menjadi perhatian adalah biaya registrasi bakal calon yang ditetapkan sebesar Rp200 juta.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua Umum KONI NTB, Suhaimi, mengatakan biaya pendaftaran tersebut merupakan ketentuan yang telah diberlakukan sejak periode sebelumnya dan tidak mengalami perubahan.
“Biaya pendaftaran dari dulu sebesar Rp200 juta. Untuk periode sekarang nilainya tetap sama, tidak ada perbedaan. Bagi para bakal calon yang ingin menggalang dukungan, silakan dipersiapkan,” kata Suhaimi, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, tahapan penjaringan dimulai dengan sosialisasi pada 3–4 Agustus 2026, sedangkan pengambilan formulir pendaftaran dibuka mulai 5 Agustus 2026. Seluruh proses hingga Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Menurut Suhaimi, pelaksanaan Musorprov dilakukan setelah masa kepengurusan KONI NTB periode 2022–2026 diperpanjang selama enam bulan oleh KONI Pusat melalui Surat Keputusan (SK).
“Masa kepengurusan KONI yang sekarang sebenarnya berakhir Februari kemarin. Namun, kami diberikan tambahan waktu selama enam bulan oleh KONI Pusat dan itu ada SK-nya,” ujarnya.
Ia menegaskan, Musorprov harus tuntas dalam bulan ini agar kepengurusan baru segera terbentuk.
“Musyawarah Provinsi sudah harus tuntas pada bulan Agustus ini,” tegasnya.
Berdasarkan dinamika yang berkembang selama masa sosialisasi, TPP memperkirakan sedikitnya tiga figur akan maju sebagai calon Ketua Umum KONI NTB. Para kandidat diprediksi berasal dari kalangan yang pernah memimpin organisasi olahraga, baik sebagai ketua cabang olahraga maupun Ketua KONI kabupaten/kota.
Suhaimi menjelaskan, salah satu syarat utama pencalonan adalah pernah menjabat sebagai ketua pengurus cabang olahraga atau Ketua KONI kabupaten/kota serta berdomisili di wilayah Provinsi NTB.
“Syarat yang paling penting adalah pernah menjabat sebagai ketua pengurus cabor atau ketua KONI kabupaten/kota. Selain itu, calon juga diwajibkan berdomisili di wilayah Provinsi NTB,” terangnya.
Adapun hak suara dalam Musorprov akan dimiliki oleh Ketua KONI kabupaten/kota serta jajaran pengurus cabang olahraga tingkat provinsi maupun kabupaten/kota sesuai ketentuan organisasi.

