Pemprov NTB Kucurkan Rp400 Juta Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika, Iqbal Siapkan Pasar Tradisional Berstandar Destinasi Wisata
LOMBOK TENGAH, NARASIMMEDIA.NET – Pemprov NTB mempercepat penataan kawasan ekonomi pariwisata melalui revitalisasi Pasar Rakyat Kuta Mandalika. Anggaran sebesar Rp400 juta digelontorkan untuk membenahi infrastruktur, sanitasi, akses pengunjung, hingga tata kelola pasar agar menjadi pusat perdagangan tradisional yang bersih, nyaman, dan mampu menopang kebutuhan industri parhotelan serta restoran di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. pasar tradisional yang berada di jantung kawasan wisata internasional itu ditata agar lebih representatif tanpa menghilangkan identitas lokal yang menjadi daya tarik wisatawan.
Saat meninjau langsung progres pekerjaan, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa revitalisasi tidak sekadar mempercantik bangunan, tetapi juga membangun wajah baru pasar tradisional yang mampu menjadi bagian dari pengalaman wisata Mandalika.
“Kami bantu tata letak dan perbaiki desainnya agar tetap rapi, namun kesan tradisionalnya harus tetap terlihat karena ini berada di lokasi wisata,” ujar Gubernur Iqbal.
Menurutnya, akses masuk pasar perlu diperlebar agar arus pengunjung lebih lancar dan distribusi wisatawan ke seluruh lapak pedagang menjadi lebih merata. Penataan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan di pasar.
Selain pembenahan fisik, Pemprov NTB juga menyiapkan transformasi tata kelola pasar agar lebih modern dan terintegrasi dengan sektor pariwisata. Gubernur Iqbal mendorong agar hasil pertanian, perikanan, serta produk segar yang dijual pedagang dapat terserap langsung oleh hotel, restoran, maupun pelaku usaha wisata di sekitar KEK Mandalika.
“Ke depan kami akan berkoordinasi dengan Disperindag agar tata kelola pasar menjadi lebih baik. Kami ingin komoditas segar dari pasar ini menjadi bagian dari rantai pasok industri pariwisata sehingga manfaat ekonominya semakin dirasakan masyarakat,” katanya.
Dari sisi teknis, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTB, Dewi, menjelaskan revitalisasi difokuskan pada pembukaan akses yang lebih luas, peningkatan kualitas sanitasi, pengecatan bangunan, serta pengaktifan kembali area penjualan ikan, daging, dan ayam yang sebelumnya tidak berfungsi.
“Pekerjaan yang kami laksanakan meliputi pembongkaran tembok untuk memperlebar akses masuk, pembenahan sanitasi kamar mandi, pengecoran lantai, hingga pekerjaan beton agar area pasar lebih layak digunakan,” jelasnya.
Pemprov NTB juga bersinergi dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah untuk melakukan penataan zonasi pedagang. Pedagang sayur dan buah yang sebelumnya berjualan di luar pasar akan direlokasi ke dalam area utama, sementara bagian depan pasar akan dimanfaatkan sebagai sentra penjualan mutiara dan area parkir terpadu guna meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Langkah tersebut mendapat apresiasi dari para pedagang. Salah satunya Yuni, yang mengaku aspirasi pedagang langsung ditindaklanjuti Gubernur NTB saat meninjau lokasi.
“Kami berharap pasar ini semakin bersih, nyaman, dan kebocoran di lapak segera diperbaiki. Kalau kebersihannya terus ditingkatkan, tentu pengunjung akan semakin banyak,” ujarnya.
Revitalisasi Pasar Kuta Mandalika menjadi bagian dari strategi Pemprov NTB dalam memperkuat infrastruktur penunjang destinasi unggulan. Melalui penataan pasar yang lebih tertib, bersih, dan terintegrasi dengan kebutuhan industri pariwisata, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi kawasan Mandalika tidak hanya dirasakan sektor wisata, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pedagang, UMKM, dan masyarakat lokal.

