Kerugian Negara Rampung Dikembalikan, Mega Proyek Bale Mentaram Kembali Bergulir
MATARAM, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memastikan seluruh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait kelebihan pembayaran pada proyek tahap awal pembangunan Bale Mentaram telah diselesaikan. Tuntasnya pengembalian kerugian negara tersebut membuka jalan bagi kelanjutan mega proyek pembangunan kantor baru Wali Kota Mataram dengan nilai konstruksi mencapai Rp180 miliar yang kini bersiap memasuki tahap lelang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Lale Widiahning mengatakan seluruh kewajiban pengembalian oleh pihak rekanan telah dipenuhi sebelum batas waktu 60 hari sebagaimana ketentuan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.
“Semuanya sudah tuntas. Baik kelebihan pembayaran pengawasan sebesar Rp428 juta maupun fisik sebesar Rp418 juta sudah dikembalikan seluruhnya pada tanggal 9 kemarin. Jadi, tidak ada yang melewati batas waktu 60 hari,” ujar Lale.
Dengan rampungnya penyelesaian temuan tersebut, Dinas PUPR kini memfokuskan langkah pada persiapan pelelangan konstruksi tahap lanjutan Bale Mentaram. Proyek ini akan dikerjakan menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyears) selama tiga tahun anggaran hingga 2028 dengan total nilai konstruksi sekitar Rp180 miliar.
Menurut Lale, anggaran tersebut sepenuhnya diperuntukkan bagi pekerjaan konstruksi dan tidak termasuk biaya pembebasan lahan. Pada tahun anggaran berjalan, Pemkot Mataram telah mengalokasikan sekitar Rp58 miliar, sedangkan dua tahun berikutnya masing-masing disiapkan sekitar Rp60 miliar.
Saat ini, dokumen perencanaan tengah disempurnakan sesuai hasil reviu Inspektorat Kota Mataram sebelum diserahkan kepada Bagian Pengadaan untuk memulai proses tender. Dinas PUPR menargetkan lelang dapat dimulai pada akhir Juli setelah seluruh dokumen administrasi dinyatakan lengkap.
“Kami sedang memperbaiki dokumen sesuai hasil reviu Inspektorat. Setelah selesai disempurnakan, dokumen langsung dikirim ke Bagian Pengadaan untuk proses lelang. Bersurat ke Balai juga sudah dilakukan. Harapan kami akhir bulan ini proses lelang sudah bisa dimulai,” jelasnya.
Berbeda dengan tahap sebelumnya, pelelangan kali ini mencakup keseluruhan struktur utama bangunan. Pada tahun pertama pelaksanaan, pekerjaan diprioritaskan untuk pemasangan tiang pancang fondasi dan struktur beton di seluruh area gedung.
Lale menjelaskan, pekerjaan fondasi dilakukan secara menyeluruh demi efisiensi teknis, mengingat alat pemancang didatangkan dari luar daerah sehingga lebih efektif jika digunakan sekaligus untuk seluruh kawasan pembangunan.
“Alat pancang itu tidak bisa bekerja spot demi spot, jadi pemancangan harus dihabiskan sekaligus tahun ini untuk seluruh area gedung. Setelah struktur dasar tuntas, pengerjaan kelanjutan akan mengikuti sesuai tahapan tahun anggaran,” pungkasnya.

