Ribuan Wisatawan dan Warga Padati Pekan Pemajuan Kebudayaan, Lombok Utara Perkuat Wisata Berbasis Budaya
LOMBOK UTARA, NARASIMEDIA.NET – Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati Alun-alun Tioq Tata Tunaq, Jumat (24/7/2026) malam, saat pembukaan Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara 2026. Festival budaya yang berlangsung hingga 26 Juli itu menjadi etalase kekayaan seni tradisi sekaligus upaya memperkuat posisi Lombok Utara sebagai destinasi wisata budaya di Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan yang digelar Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira bersama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiaraya tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Lombok Utara sekaligus Bulan Kebudayaan Lombok Utara.
Sejak sore hingga malam, kawasan Alun-alun Tioq Tata Tunaq dipenuhi pengunjung yang menikmati beragam pertunjukan tari tradisional, musik etnik, sastra, permainan rakyat, pameran budaya, hingga atraksi seni dari sanggar-sanggar di berbagai kecamatan.
Ketua Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira sekaligus Sekretaris Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sandi Justitia Putra, mengatakan festival tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan inovasi agar budaya tetap hidup di tengah masyarakat.
“Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi bagi masa depan. Melalui Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara, kami ingin menghadirkan ruang perjumpaan antara tradisi, kreativitas, dan inovasi sehingga budaya tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sandi, penyelenggaraan festival merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Dewan Kebudayaan Daerah, komunitas budaya, seniman, relawan, hingga masyarakat.
Pembukaan festival dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, mewakili Bupati Lombok Utara. Ia menilai kegiatan yang diinisiasi komunitas budaya tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berharap kegiatan ini menjadi agenda budaya tahunan yang memperkuat identitas daerah, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya,” kata Sahabudin.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Subbagian Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Nusa Tenggara Barat, Made Agus Adi Prabawa. Menurutnya, Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara menjadi contoh kolaborasi pemerintah dan komunitas dalam menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan di tengah masyarakat.
Ia berharap festival serupa dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan potensi budaya sebagai daya tarik wisata.
Selama tiga hari pelaksanaan, puluhan sanggar seni, komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif, dan generasi muda menampilkan berbagai karya terbaik mereka. Kehadiran para pelaku budaya tersebut tidak hanya memperkaya atraksi yang disajikan kepada pengunjung, tetapi juga memperkuat ekosistem wisata berbasis budaya di Lombok Utara.
Melalui dukungan Program Dana Indonesiaraya, Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara 2026 diharapkan mampu menjadi agenda unggulan yang menarik kunjungan wisatawan, memperkuat identitas budaya daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

