Pemprov NTB Jaminkan Santri Korban Kebakaran Akan Jadi Mustahik Tetap Baznas
MATARAM, NARASIMEDIA.NET- Pemprov NTB menunjukkan komitmen nyata dalam menjamin penanganan dan pemulihan santri yang menjadi korban kebakaran di salah satu Pondok Pesantren di Kabupaten Lombok Tengah. Pemprov NTB memastikan para korban akan mendapatkan bantuan berkelanjutan dengan ditetapkan sebagai penerima zakat (mustahik) tetap melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) NTB.
Langkah responsif ini menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi masyarakat yang tertimpa musibah.
Gubernur NTB telah menginstruksikan langsung pihak Baznas NTB untuk memberikan skema bantuan jangka panjang bagi santri yang terdampak. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) NTB, Ahmad Masyhuri.
“Yang jelas Pak Gubernur dari awal sudah meminta kepada Baznas menjadikan korban sebagai mustahik tetap sampai mereka pulih kembali. Ada bantuan setiap bulan sebesar Rp500 ribu yang dihajatkan khusus untuk proses pemulihan,” ujar Masyhuri di Mataram.
Masyhuri menambahkan bahwa secara regulasi dan undang-undang, korban tindak pidana memang berhak mendapatkan bantuan serta perlindungan dari negara. Pemprov NTB saat ini tengah merumuskan teknis penyaluran bantuan tersebut secara matang dengan prinsip gotong royong.
Sejak peristiwa tersebut mencuat, Pemprov NTB melalui Dinsos P3A telah bergerak di garda terdepan untuk memberikan pendampingan psikososial maupun logistik kepada korban beserta keluarganya.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga memfasilitasi keberangkatan pihak keluarga yang mendampingi korban selama menjalani perawatan medis di Jakarta.
Adapun Fasilitasi Logistik yang dibantu adalah akomodasi dan transportasi kepulangan keluarga korban dari Jakarta ke NTB.
Disisi lain, pemprov juga menjamin pendamoingan medis, dengan Mengomunikasikan proses pengobatan secara intensif agar korban mendapatkan penanganan terbaik.
Dalam waktu dekat, Wagub NTB juga akan menjadwalkan kunjungan langsung ke kediaman korban segera setelah mereka tiba kembali di NTB.
“Insya Allah, nanti kita bareng-bareng ke sana (mengunjungi korban). Kami berharap kejadian serupa tidak boleh terulang lagi di lembaga pendidikan mana pun, baik di NTB maupun di seluruh Indonesia,” tegas Wagub yang akrab disapa Umi Dinda tersebut.

