Kemiskinan Ekstrem KSB Tinggal 0,40 Persen, Tapi Hampir 20 Ribu Warga Masih Miskin
// ‘Pendapatan daerah melampaui target, SiLPA mencapai Rp1,14 triliun, sementara angka kemiskinan umum masih berada di kisaran 11 persen.’
Sumbawa Barat, NARASIMEDIA.NET — Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mencatat dua capaian yang berjalan beriringan, namun menunjukkan kondisi yang berbeda.
Di satu sisi, angka kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga tinggal 0,40 persen, salah satu indikator yang menjadi fokus pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2025 menunjukkan jumlah penduduk miskin di KSB masih mencapai sekitar 19.460 jiwa atau 10,98 persen dari total penduduk.
Artinya, ketika kemiskinan ekstrem telah berada di bawah satu persen, hampir satu dari sepuluh warga KSB masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Pada periode yang sama, kapasitas fiskal daerah juga mengalami peningkatan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp1,14 triliun. Pemerintah daerah menjelaskan besarnya SiLPA tersebut bukan disebabkan rendahnya realisasi belanja, melainkan karena pendapatan daerah melampaui target hingga sekitar Rp966 miliar.
Dengan demikian, terdapat tiga data yang muncul secara bersamaan pada tahun yang relatif sama: kemiskinan ekstrem tinggal 0,40 persen, pendapatan daerah melampaui target dengan SiLPA Rp1,14 triliun, sementara jumlah penduduk miskin masih sekitar 19.460 jiwa atau 10,98 persen.
Data BPS juga menunjukkan garis kemiskinan di Kabupaten Sumbawa Barat mencapai Rp629.139 per kapita per bulan, tertinggi di Pulau Sumbawa. Angka tersebut menggambarkan besarnya pengeluaran minimum yang dibutuhkan penduduk untuk memenuhi kebutuhan dasar dibandingkan kabupaten lain di wilayah Pulau Sumbawa.
Kontras data tersebut memperlihatkan bahwa indikator kemiskinan ekstrem, angka kemiskinan secara umum, kapasitas fiskal daerah, dan besaran garis kemiskinan menunjukkan dinamika yang berbeda. Keempat indikator tersebut menjadi bagian dari gambaran sosial-ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat yang tercatat dalam data resmi pemerintah.

