HEADLINETERKINI

Demo Dugaan Mafia Solar Berujung Ricuh, FRAKSI NTB Lapor Dugaan Pemukulan ke Polisi

BIMA, NARASIMEDIA.NET – Massa yang tergabung dalam Forum Rakyat Sipil (FRAKSI) NTB resmi melaporkan dugaan tindak pidana pemukulan yang terjadi saat aksi demonstrasi di SPBU Donggo Bolo, Kabupaten Bima, ke Polres Bima, Rabu (10/6/2026).

Laporan tersebut diajukan setelah sejumlah peserta aksi mengaku menjadi korban kekerasan fisik saat menyampaikan aspirasi terkait dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU setempat.

Koordinator Lapangan FRAKSI NTB, Edon, mengatakan aksi yang semula berlangsung damai berubah ricuh setelah muncul dugaan intimidasi dan pemukulan terhadap massa demonstran.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi dan menyuarakan hasil investigasi terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Namun yang terjadi justru dugaan intimidasi dan pemukulan terhadap massa aksi. Karena itu kami resmi melaporkan kejadian ini ke Polres Bima,” ujarnya.

Menurut Edon, tindakan kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan karena terjadi saat masyarakat menggunakan hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

FRAKSI NTB meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan pemukulan tersebut, termasuk mengidentifikasi dan menangkap pihak-pihak yang terlibat. Organisasi itu juga meminta aparat mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang di balik aksi kekerasan tersebut.

“Kami meminta Polres Bima bertindak tegas. Tangkap pelaku pemukulan dan usut siapa yang memerintahkan atau menjadi dalang di balik tindakan premanisme ini. Jangan sampai ada pihak yang merasa kebal hukum dan menggunakan kekerasan untuk membungkam suara rakyat,” katanya.

Selain itu, FRAKSI NTB meminta aparat kepolisian memberikan perlindungan hukum kepada aktivis dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi secara damai agar kejadian serupa tidak terulang.

Edon menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses hukum atas laporan tersebut hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami akan terus mengawal proses hukumnya sampai pelaku pemukulan dan pihak yang diduga bertanggung jawab diproses secara hukum. Negara tidak boleh kalah oleh premanisme,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, Polres Bima masih melakukan pendalaman terhadap laporan yang disampaikan FRAKSI NTB. Sementara itu, tuntutan terkait dugaan penyelewengan BBM bersubsidi di SPBU Donggo Bolo disebut tetap akan dikawal hingga ada kejelasan dari pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *