Momentum Idul Adha 1447 H, Kadis LH KSB Ajak Rawat Nilai Keikhlasan dan Tanggung Jawab Sosial
Sumbawa Barat, NARASIMEDIA.NET – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimaknai sebagai pengingat penting tentang nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kolektif dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih harmonis.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat, Aku Nur Rahmadin, S.Pd., M.M.Inov., dalam ucapan Hari Raya Idul Adha yang disampaikan kepada masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.
Menurutnya, Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata, tetapi juga menjadi refleksi spiritual tentang pentingnya keikhlasan, solidaritas sosial, serta kepedulian terhadap sesama di tengah dinamika kehidupan masyarakat saat ini.

“Semoga Idul Adha membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi kita semua. Selamat merayakan hari yang suci ini,” ujar Aku Nur Rahmadin.
Ia menilai, semangat berkurban sejatinya mengandung pesan moral yang relevan dengan kehidupan sosial dan pembangunan daerah. Nilai pengorbanan, kata dia, dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat, penguatan budaya gotong royong, hingga menjaga kelestarian lingkungan secara bersama-sama.
Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, Idul Adha juga dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya keseimbangan antara kehidupan sosial, spiritual, dan lingkungan hidup.
Menurutnya, semangat berbagi yang hadir dalam Idul Adha merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadaban.
“Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan dan kepedulian sosial. Nilai-nilai itu penting untuk terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini juga diharapkan menjadi momentum mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkuat optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah.
Di tengah suasana perayaan Idul Adha, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa Barat turut mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terutama di area pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan nyaman, sehat, dan tertib.

