HAPPENINGTERKINI

Cerita Unik Jelang Idul Adha, Dari Showroom Mobil Ke Kandang Sapi, Kisah Nayla Jadi SPG Hewan Kurban

NARASIMEDIA.NET –  Aroma parfum yang melekat di tubuh Nayla beradu dengan bau khas kandang sapi yang memenuhi udara di kawasan Jalan Akses UI, Depok. Di tengah lenguhan ratusan sapi dan lantai kandang yang sesekali becek oleh sisa pakan maupun kotoran ternak, perempuan muda itu tetap berdiri rapi sambil menyambut calon pembeli dengan senyuman ramah.

Beberapa pekan lalu, suasana seperti itu nyaris tak pernah ia bayangkan. Sebab sebelumnya, Nayla bekerja di sebuah showroom mobil dengan ruangan berpendingin udara dan deretan kendaraan mewah. Kini, bekas bangunan showroom tersebut bertransformasi menjadi Mall Hewan Kurban Haji Doni, pusat penjualan hewan kurban yang ramai didatangi warga menjelang Idul Adha.

Aroma jok kulit dan pendingin ruangan telah berganti dengan bau sapi yang menyengat. Namun di tempat itu pula konsep pelayanan berbeda dihadirkan. Para staf perempuan, termasuk Nayla, tampil layaknya frontliner modern untuk memberikan pengalaman membeli hewan kurban yang lebih nyaman bagi pelanggan.

IKLAN

“Dulu customer datang cari mobil, sekarang cari hewan kurban. Jadi pengalaman yang benar-benar baru,” ujar Nayla dikutip dari suara.com, Kamis (21/5/2026).

Meski datang dengan semangat mencoba pengalaman baru, Nayla mengaku sempat kaget ketika pertama kali bekerja di area penjualan hewan kurban tersebut. Bau sapi yang kuat serta suhu panas kandang menjadi tantangan yang harus segera ia adaptasi.

Berbeda dengan showroom mobil yang tertutup dan sejuk, aktivitasnya kini berlangsung di area terbuka yang hanya dibantu hembusan kipas angin besar.

“Awalnya kaget banget karena baunya khas sapi dan panas juga. Tapi lama-lama jadi terbiasa,” katanya.

Rasa risih sempat muncul pada hari-hari pertama bekerja. Namun seiring waktu, kondisi tersebut perlahan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

“Sekarang makan dan minum juga sudah biasa di sini, jadi lama-lama terbiasa aja,” tambahnya.

Tak hanya dituntut ramah melayani pelanggan, Nayla dan staf lainnya juga dibekali pengetahuan dasar tentang hewan kurban. Sebelum bertugas, mereka mengikuti pelatihan untuk mengenali jenis sapi, bobot, hingga kisaran harga jual.

Menariknya, proses pembelajaran dilakukan dengan bantuan aplikasi digital. Pengetahuan itu menjadi bekal penting ketika pelanggan meminta penjelasan detail mengenai hewan yang akan dibeli.

IKLAN

Jika dulu ia menjelaskan fitur kendaraan kepada calon pembeli mobil, kini Nayla harus memahami karakteristik sapi hingga estimasi berat ternak.

Rutinitas kerjanya pun berubah total. Selain melayani pelanggan yang datang silih berganti, ia sesekali ikut merawat sapi ketika suasana sedang lengang.

Mulai dari memberi makan, menyediakan minum, hingga memandikan sapi pernah ia lakukan selama bekerja di lokasi tersebut.

“Kalau lagi sepi biasanya bantu kasih makan, kasih minum, bahkan pernah mandiin sapi juga,” tuturnya.

Dalam sehari, puluhan pelanggan datang untuk melihat dan memilih hewan kurban. Sebagian hanya bertanya harga, sementara sebagian lainnya kembali datang setelah mempertimbangkan pilihan.

Menurut Nayla, tantangan terbesar justru muncul saat proses negosiasi harga dengan pelanggan. Ia harus menghadapi pembeli yang berusaha menawar dengan harga serendah mungkin, sementara di sisi lain tetap menjaga ketentuan harga yang sudah ditetapkan pengelola.

“Biasanya pelanggan suka nego, itu yang kadang jadi tantangan karena harus tarik ulur,” ujarnya.

Meski demikian, pengalaman baru di tengah kandang sapi itu justru memberi cerita tersendiri bagi Nayla. Dari dunia otomotif hingga pasar hewan kurban, ia kini menjalani profesi yang sama sekali berbeda menyapa pelanggan di tengah bau kandang dan lenguhan sapi menjelang Idul Adha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *