HEADLINENTBTERKINI

“Ini Bank Pemda Kok kalah rentenir” Komentar Warganet Soal Polemik Bank NTB Syariah Meluas di Facebook

Mataram, NARASIMEDIA.NET – Polemik dugaan ketidaktransparanan pembiayaan di Bank NTB Syariah yang mencuat setelah adanya keluhan nasabah terkait pelunasan dipercepat, memantik reaksi luas dari masyarakat di media sosial Facebook. Sejumlah warganet ramai-ramai menyampaikan kritik, keluhan pribadi, hingga mempertanyakan implementasi prinsip syariah di bank milik daerah tersebut.

Pantauan di kolom komentar unggahan berita yang membahas dugaan pembengkakan pelunasan pembiayaan dari Rp400 juta menjadi lebih dari Rp1 miliar, Minggu (18/5), dipenuhi beragam respons publik. Sebagian besar komentar bernada skeptis terhadap praktik perbankan syariah yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prinsip transparansi dan keadilan.

Akun Facebook bernama Mang Sui Liu menulis singkat, “Banyak sekali malah bank ini.” Komentar serupa juga disampaikan akun Sa Tian Panas yang menyebut, “Iya terlalu banyak akal-akalan nya ..ini bank Pemda kok kalah rentenir.” Sementara akun Kengkang mengaku mengalami persoalan serupa terkait potongan transaksi. “Saya aja potongan dalam 1 bulan 40-an sekian potongan nya sangat tidak jelas,” tulisnya.

Kritik juga datang dari sejumlah warganet yang mempertanyakan label syariah pada sistem pembiayaan bank tersebut. Akun Muhammad Al Pati menulis, “Mungkin semua bank namanya aja label syariah tapi tetap aja riba.” Sedangkan akun Yazid Bawafie menyebut “Syariah hanya lebel…..” Komentar lain dari akun Widya Astuti Astuti menyatakan, “Uang itu enak rasa’nya… label’nya saja yg islami… tapi tdk untk kenyataan’nya.”

Di tengah derasnya kritik, terdapat pula komentar yang mencoba meluruskan pemahaman publik mengenai istilah syariah. Akun Bin Hadi menyebut istilah syariah secara bahasa berarti aturan dan tidak selalu identik dengan simbol agama semata. Meski demikian, perdebatan di kolom komentar tetap didominasi tuntutan agar pihak bank memberikan penjelasan terbuka terkait mekanisme pembiayaan dan pelunasan yang dikeluhkan nasabah.

Sebelumnya, nasabah bernama Rudi Purtomo alias Mas Pur mempertanyakan kredibilitas Dewan Pengawas Syariah (DPS) Bank NTB Syariah setelah muncul dugaan ketidaktransparanan dalam skema pelunasan dipercepat. Hingga berita ini ditulis, pihak Bank NTB Syariah maupun DPS belum memberikan tanggapan resmi atas polemik yang berkembang di tengah masyarakat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *