NTB Jadi Daerah dengan Progres MBG Terbaik Nasional, Capai 1,8 Juta Penerima Manfaat
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) disebut sebagai salah satu daerah dengan progres terbaik nasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Capaian itu disampaikan dalam diskusi antara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana, dan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang dipublikasikan melalui program Pendopo NTB.
Dalam diskusi tersebut, Dadan menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah nyata negara untuk menjamin hak dasar pangan masyarakat setelah delapan dekade kemerdekaan Indonesia.
“Program MBG adalah langkah nyata negara setelah 8 dekade kemerdekaan untuk menjamin hak dasar pangan rakyat,” ujar Dadan.
Ia juga menegaskan bahwa kritik terhadap program pemerintah harus dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kritik adalah vitamin untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan publik,” katanya.
Data yang dipaparkan menunjukkan NTB telah melampaui target pusat dalam pelaksanaan program tersebut. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 820 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah terbentuk di NTB.
Selain itu, jumlah penerima manfaat program mencapai 1.832.808 jiwa yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB. Program ini juga didukung oleh 39.023 relawan penggerak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan layanan di lapangan.
Tiga wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak di NTB masing-masing berada di Kabupaten Lombok Timur sebanyak 258 unit, Lombok Tengah 179 unit, dan Lombok Barat 126 unit.
Pemerintah juga menegaskan komitmen agar program MBG tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi menjangkau wilayah pinggiran, desa, dan pondok pesantren.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pola kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan yayasan guna mempercepat layanan, termasuk pembukaan titik layanan baru di sekolah dan pesantren pelosok.
Dalam keterangannya, Dadan menekankan pentingnya menjaga kualitas program agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau memulai kebaikan besar untuk masyarakat, kita memang harus siap menerima kritik dan sorotan. Yang terpenting adalah terus memperbaiki dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat,” ujarnya.

