Jelang Idul Adha, Pemprov NTB Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi
Mataram, NARASIMEDIA.NET – Pemerintah Provinsi NTB mulai memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-NTB, Selasa (12/5/2026). Langkah ini dilakukan menyusul mulai naiknya harga sejumlah komoditas strategis di beberapa daerah.
Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain minyak goreng, daging ayam ras, bawang merah, hingga gas elpiji 3 kilogram. Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemprov NTB menyiapkan lima strategi utama, mulai dari menjaga ketersediaan pasokan, memperkuat distribusi antar daerah, memperluas operasi pasar, hingga pengendalian inflasi berbasis data dan teknologi.
Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, menegaskan pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka ekonomi, tetapi juga menyangkut langsung kesejahteraan masyarakat. “Pengendalian inflasi bukan hanya soal angka ekonomi, tetapi menyangkut langsung kesejahteraan masyarakat,” ujar Abul Chair dalam rakor tersebut.
Sementara itu, Bank Indonesia mendorong intervensi cepat terhadap komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga. BI NTB juga menekankan pentingnya penguatan distribusi pangan antar daerah surplus dan defisit guna menjaga stabilitas harga menjelang Idul Adha. “Distribusi pangan antar daerah harus diperkuat agar pasokan tetap terjaga dan harga tetap stabil,” demikian disampaikan dalam rapat koordinasi tersebut.

